Thursday, July 14, 2022

bunga tidur itu berwarna kuning

15 tahun terakhir ini, aku selalu bermimpi tentang satu orang ini. ya sebetulnya nggak selalu, sih. tapi cukup sering untuk orang yang aku sudah tidak pernah ketemu lagi dengannya, nggak pernah ngobrol, & (sesadarku) nggak pernah aku pikirkan lagi. jarak kami di bumi pun tujuh ribu sembilan ratus delapan puluh kilometer jauhnya. (beneran, aku udah googling barusan.)

mimpi tentang dia datangnya random saja. ini bukan orang yang aku pikirkan siang, trus malamnya dia datang melalui mimpi. pun biasanya, setelah bangun tidur aku sudah lupa tadi mimpinya tentang apa. aku cuma ingat tadi ada dia.

beberapa hari lalu, akhirnya aku ceritakan tentang hal ini di grup whatsapp mantu idola. (idolanya dicoret karena ada satu anggota yang akhirnya nggak denial lagi kalau dia memang bukan mantu idola mertua. hahahahahah. yang namanya asumsi tu kan beda ya, sama kenyataan. lol. ingat kata doktor ramani: radical acceptance. :')) )

salah satu anggota grup bilang, "kamu ada utang kali pen, sama dia. coba diinget-inget, jangan-jangan kamu pernah janji apa?” aku penasaran. aku tau aku nggak suka bikin janji. misal mau googling tafsir mimpi pun juga gimana caranya? aku aja nggak ingat mimpinya tentang apa. besoknya aku nonton video tentang mimpi. di situ naratornya bilang, mimpi itu bisa memberi kamu informasi melalui rasanya. apa yang kamu rasakan ketika bangun tidur?

aku ingat-ingat lagi apa yang aku rasakan selama ini setiap bangun dari mimpi bertemu dia. seketika informasi berdatangan dengan sangat cepat, sampai akhirnya aku menyadari satu hal yang sangat penting. bahkan bisa jadi ini inti dari semua yang aku alami selama 15 tahun terakhir ini. bahkan 23 tahun terakhir - sebelum aku bertemu dengan dia!? eeeh tunggu. 23 tahun lalu kami sudah bertemu! hanya belum kenal.

oh jadi itu kenapa dia selalu datang melalui mimpi.. bahkan tanpa bertemu pun, seseorang masih bisa membantu aku menyadari sesuatu yang sangat penting. ajaib. ajaib bagaimana setiap manusia yang ditemui selalu membawa sesuatu yang berharga. khusus untuk kamu.

terima kasih. mungkin suatu saat nanti kalau ada kesempatan kita bertemu lagi, aku bisa menyampaikannya secara langsung. tapi untuk saat ini, aku sampaikan saja segala rasa melalui doa pagi ini. aku yakin doanya sampai. meski terpaut jarak tujuh ribu sembilan ratus delapan puluh kilometer sekalipun.

semoga begini cukup.



patience tydack sama dengan RADICAL ACCEPTANCE

 catatan penting dari doktor ramani:


DON'T DEFEND

DON'T ENGAGE

DON'T EXPLAIN

DON'T PERSONALIZE.


udara

aku lupa tahun berapa. tapi bulannya september. kalau tidak salah, waktu itu adekku allan masih smp. dia berulang tahun. aku tau dia sedang sangat suka mendengarkan musik band jamrud di radio. jadi aku tau kalau dia pasti akan senang sekali kalau dapat kado ultah kaset jamrud. tapi aku (yang waktu itu berpikir kalau aku mesti jadi kakak yang baik dan bertanggung jawab) malah beliin dia kaset nugie. HAHAHAHAH. kalau diceritain lagi gini memang kedengarannya jadi absurd banget, ya.. dari lagu tentang memasang alat kontrasepsi di tengah sawah, jadi lagu tentang menyiapkan secangkir teh yang hangat (di tengah sawah juga lo, menurut videoklipnya). hahahah. 

bahkan dari sebelum memberikan kado itu, aku sudah merasa kalau yang aku lakukan waktu itu salah. tapi berpuluh-puluh tahun kemudian baru aku tau kenapa keputusan itu salah.

..

hari ini aku bertanya pada seseorang yang sangat senang memberi sesuatu yang tidak aku senangi, dan sering-sering tidak aku butuhkan - hanya karena menurut dia, "ya begini ini cara aku mencintai." meskipun sudah berkali-kali aku menjelaskan dengan hati-hati (dan kadang tidak hati-hati): "bukan dengan itu aku bisa merasa dicintai." bukan itu yang aku butuhkan.

"kamu tu mau aku tau kalau kamu cinta sama aku, atau kamu mau aku merasa dicintai? karena menurutku itu adalah dua hal yang berbeda."

kalau kamu pilih yang pertama, kamu tidak akan mendapat apa-apa. (selain mungkin pelajaran hidup 20 tahun kemudian)

kalau kamu pilih yang kedua, aku pikir mungkin kamu akan mendapatkan dua-duanya.

..

tapi kesimpulan akhirnya tu memang selalu ternyata aku yang salah, ya. karena kalau dia sudah bilang, "ya begini ini cara aku mencintai", kenapa aku masih selalu berharap dia mencintai dengan cara yang berbeda?