Tuesday, March 13, 2018

untuk kamu yang kalau lahir kembali memilih dilahirkan sebagai sel pembunuh kanker


untuk kamu yang baca-baca postingan ini & lalu mau saja percaya teoriku tentang pilihan hidup yang padahal waktu itu kuketik sambil sakit perut :))

untuk kamu yang bertanya tapi buru-buru pergi sebelum aku sempat mikirin jawabannya:
"kenapa ya fenty, dulu aku nggak pilih saja lahir jadi anaknya raja monaco?" (ngomong-ngomong kenapa monaco sih, benderanya aja sama lo :)) )

aku ada cerita.

jadi dulu sekali, ada seorang anak yang sedang sibuk memilah-milah pilihannya. tuhan tersenyum-senyum saja melihatnya sibuk sendiri.

sambil memilih, di dalam hati anak itu berharap suatu hari nanti orang-orang akan percaya dengan pilihan-pilihannya itu. kenapa dia memilih ini, ini, dan itu. bagaimana nanti kalau sebelum sampai tujuan orang-orang sudah meragukan pilihan-pilihanku ini. bagaimana kalau nanti orang bertanya-tanya, "kamu dulunya mikir apa sih kok bisa memutuskan ini?"

tapi lalu dia ingat. kalaupun nanti semua orang di dunia meragukan dia, masih ada 1 orang terakhir yang dia harapkan akan percaya pada pilihan-pilihannya itu:

dirinya sendiri (yang nanti sudah dibuat lupa).

...

dengan harapan itu dia memilih & mengunci pilihannya. "bismillah", dia memegang hatinya. "percaya ya sama aku"

...

...

...

hihihi..
pinter kan, aku ngarang cerita.
kamu percaya, nggak?

Monday, March 12, 2018

utarakan

lihatlah bunga di sana bersemi
mekar meski tak sempat kau semai
dan suatu hari badai menghampiri
kau cari kemana dia masih di sana

walau tak semua tanya

datang beserta jawaban
dan tak semua harapan terpenuhi

ketika bicara juga sesulit diam

utarakan utarakan utarakan

dengarlah kawan di sana bercerita

pelan dia berbisik pelan dia berkata-kata
dan hari ini takkan kau menangkan
bila kau tak berani mempertaruhkan

walau tak semua tanya

datang beserta jawaban
dan tak semua harapan terpenuhi

ketika bicara juga sesulit diam

utarakan utarakan utarakan

walau tak semua tanya

datang beserta jawaban
dan tak semua harapan terpenuhi

ketika bicara juga sesulit diam

utarakan utarakan utarakan
utarakan utarakan utarakan
utarakan utarakan utarakan


- banda neira

Saturday, March 10, 2018

quotes

sebetulnya aku sudah baca buku ini 3 kali. tapi tetap saja baca kalimat ini lagi seperti baru saja nemu. suka gitu nggak sih. sudah baca buku yang sama berkali-kali, tapi setiap baca lagi, selalu nemu hal baru lagi sampai heran, loh cerita ini ada, ya? hahaha.



"It was the pure Language of the World.

It required no explanation, just as the universe needs none as it travels through endless time. What the boy felt at that moment was that he was in the presence of the only woman in his life, and that, with no need for words, she recognized the same thing. He was more certain of it than of anything in the world. 

He had been told by his parents and grandparents that he must fall in love and really know a person before becoming committed. But maybe people who felt that way had never learned the universal language. Because, when you know that language, it's easy to understand that someone in the world awaits you, whether it's in the middle of the desert or in some great city.

And when two such people encounter each other, and their eyes meet, the past and the future become unimportant. There is only that moment, and the incredible certainty that everything under the sun has been written by one hand only. It is the hand that evokes love, and creates a twin soul for every person in the world. Without such love, one's dreams would have no meaning." 

- the alchemist, paulo coelho

Friday, March 9, 2018

lullaby

kamu tau nggak.

aku punya teori bahwa sebelum aku lahir ke dunia, tuhan yang maha mencintai memberi aku banyak pilihan kehidupan. Dia menunggu dengan sabar aku memilah pilihan-pilihan hidupku sambil tersenyum-senyum tidak berhenti.

dan lalu satu-satu aku memilih.
ibu & bapak,
kelebihan,
kekurangan,
hal yang disukai,
yang tidak disukai,
teman yang nanti dijatuh cintai..

dan lalu diputarlah kehidupan berdasarkan pilihan-pilihan yang sudah aku buat. semua pilihan dan jalan dibuat dengan sangat canggih, adil dan presisi.

dan kemudian aku dibuat lupa.
lupa pernah bertemu Dia,
lupa pernah membuat sendiri pilihan-pilihan itu.

lalu aku lahir ke dunia.
menangis. keras sekali.

...

selama hidup di dunia ini kadang aku marah, kadang aku sedih, kadang aku bingung, kadang aku khawatir, kadang aku kecewa.
semuanya hanya karena aku lupa bahwa yang kulakukan di sini hanya menjalani pilihan-pilihan yang dulu sudah aku pilih sendiri.

ini aku pilih yang mana?
kenapa aku pilih yang ini?

kalau aku ingat pilihan-pilihanku waktu itu, tentu aku tidak akan sekawatir ini. tidak akan sesedih ini, tidak akan sebingung ini, dan pasti aku tidak akan pernah merasa kecewa dan marah. bagaimana bisa. kan aku yang pilih sendiri semuanya.

karena pilihan-pilihan yang aku buat waktu itu, saat ini aku jadi bisa menulis ini sambil dengar lagu ini diulang-ulang terus dan merasa seperti ini. (perasaan yang aneh antara kepingin teriak-teriak atau senyum-senyum aja, atau nangis tapi aku lagi pakai clay mask jadi nggak bisa takut retak)

karena pilihan-pilihan itu juga aku jadi bisa bertemu dia, dia, dia, dan kamu. lalu berpisah. lalu bertemu lagi. dan mungkin nanti berpisah lagi. dan.. aku lupa akhirnya bagaimana. hahaha.

...

mungkin karena aku belum pernah menjadi ibu, jadi tidak tau bagaimana besar rasa cinta dan kuatir kepada anak-anaknya akan membuat aku menjadi.

tapi dulu waktu sma aku pernah berjanji untuk memberi petunjuk kehidupan sebanyak-banyaknya kepada anak-anakku (yang belum lahir, pun belum jelas bapaknya mau yang mana. hahaha. kebiasaan mikir kejauhan ya kayak gini ini. anak lain panik mikirin ulangan kimia nanti di jam ke 4, aku panik mikir besok mau ngomong apa aja ya sama anakku. hahaha. makanya nilai kimiaku 5).

aku mau banyak bicara sama dia. aku mau tulis diary sebanyak-banyaknya untuk dia. aku tulis daftar buku yang harus dia baca. aku mau dia jangan sampai salah. jangan sampai menyesal & kecewa. aku mau dia punya kehidupan terbaik di dunia.

waktu itu aku tidak tau bahwa tidak ada manusia di dunia yang tidak pernah salah. dan tidak ada kehidupan terbaik di dunia. yang nanti dia punya hanya kehidupannya sendiri. sama seperti aku juga.

memberi tau beda baik dan buruk itu memang pekerjaanmu. tapi preferensimu adalah untukmu sendiri. karena dia sudah membuat pilihannya bahkan sejak sebelum dilahirkan. bagaimana kalau aku bilang, jangan menikah sama orang madura karena orang madura ibunya galak-galak, sedangkan jodoh yang dia pilih itu orang madura, misalnya? aku tidak sadar kalau aku menjauhkan dia dari pilihannya. dan mungkin akan membuat dia menderita di kemudian hari. semakin banyak preferensi pribadi yang dimasukkan, ketika nanti dewasa akan semakin banyak yang harus dia unlearn untuk dia bisa menemukan jalan hidupnya sendiri.

aku menulis ini setidaknya supaya aku ingat. kalau nanti mas sadham bilang lagi kalau dia mau jadi arsitek, aku akan menahan diri sendiri untuk melarang dia. hahaha.

...

hari ini aku sedih tapi senang sekali.
aku tidak bingung dan kuatir lagi.
salah satu potongan puzzle yang paling sulit dan besar sudah ketemu.

tapi yang ini rahasia.

xx


tidur menulis

aku nemu tulisan ini di draft, tertera tanggal 28 januari 2018. aku bahkan lupa pernah nulis ini. dan lupa kenapa tulisan ini nggak aku post. aku ngetik sambil tidur apa ya..

...

ketika suara dari dasar jurang yang entah ada apanya, berhasil memanggil anak kecil yang selama ini tinggal di dalam hatimu dan pikiranmu, 1000 malaikat berteriak memanggil namamu, menarik tanganmu, kakimu terus berjalan ke arahnya.

dilan 1990

dulu waktu aku masih kecil, papa selalu bilang diulang-ulang: "jujur ajur. jujur ki ajur, mbak!" hahaha. mungkin karena aku selalu melakukan sesuatu yang membuat beliau khawatir. dari dulu (sampai sekarang juga kalau lagi ngobrol) papa selalu bilang kalau aku ini terlalu jujur. "bohong nggak apa-apa sesekali untuk kebaikan"

kalau mama dengar, matanya seperti mau protes tapi trus nggak jadi. hahaha.

prinsipnya mama adalah kebalikannya papa: "jujur mujur" (walaupun sebenernya aku juga curiga mungkin itu cuma karena mama orangnya nggak bisa bohong aja). tapi mungkin mama juga ada rasa takut kalau suatu saat aku terlibat masalah karena terlalu jujur itu, jadinya bingung sendiri dia. hahaha.  karena mama sebetulnya juga sering terlibat masalah hanya karena dia selalu mengatakan hal yang sebenarnya atau tidak bisa berbohong. tapi kalau mama itu 100% nggak bisa bohong sih. aku sering banget ajarin mama untuk bohong ke papa, trus nanti setelah mencoba praktek, mama akan kembali dengan frustasi: "aku ora isooo mbaaaak.. kamu sih gampang bohong. kamu anaknya papa" hahaha.

kefrustrasian papa kepadaku sepertinya dimulai bahkan sejak aku masih kecil sekali. waktu umur 3 tahun, aku punya teman tetangga yang sakit kulit gitu. namanya tiwuk. lucu kan namanya. suatu hari papa mama panggil aku, trus bilang aku nggak boleh main lagi sama tiwuk. kata papa tiwuk itu sakit kulit yang menular.

"lah trus aku bilang apa dong nanti sama dia, kalau dia ajak main?" aku lupa papa bilang apa, tapi intinya papa mama ajarin aku buat bohong gitu. hahaha "bilang aja kamu begini begitu". trus aku jawab: "nggak mau! aku nanti mau bilang ke tiwuk kalau aku nggak boleh main lagi sama dia karena dia sakit kulit. papa mamaku takut aku ketularan. kalau papa mau bohong ya sana papa aja sendiri yang bilang ke tiwuk" aku bahkan masih ingat mamaku langsung panik "loh! loh! sik. sik." hahaha.

perdebatan anak umur 3 tahun & kedua orang tuanya siang itu sangatlah panjang. karena aku punya banyak sekali pertanyaan: "memangnya dia sakit apa? beneran bisa menular? gimana cara menularnya? gimana kalau aku tetep boleh main sama dia tapi aku nggak pegang? trus nanti dia main sama siapa? dia berapa lama sembuhnya? obatnya apa? kenapa papa nggak bilang aja sama ibunya suruh obatin tiwuk pakai obat itu? kapan aku bisa main lagi sama dia? kenapa harus bohong? 

akhirnya aku memang nggak bohong sama tiwuk. nggak sempat. karena ternyata dia tiba-tiba harus pindah ke rumah neneknya.

...

waktu sd, akupun pernah frustrasi ketika pelajaran ppkn. aku ingat pernah tanya sama pak guru di tengah tengah thb. (tes hasil belajar tiap 4 bulan sekali) ketika ada pertanyaan di soal ujian:

apa yang akan kamu lakukan ketika melihat teman-temanmu berkelahi di kelas?
a. melapor pada guru bp;
b. menyoraki beramai-ramai;
c. ikut berkelahi;
d. diam saja lalu pergi ke kantin.

aku tanya: "pak, ini jawaban yang nanti dianggap betul itu, apa yang saya lakukan, atau yang sebaiknya saya lakukan? jawaban yang dapat nilai yang a atau d, pak? soalnya kalau apa yang saya lakukan saya pilih d. itu dapat nilai nggak nanti? tapi pak. ini di pertanyaannya nggak ada kata 'sebaiknya'?"

pak guru pun frustrasi. dia sampai bilang: "iya, di kunci jawabannya yang betul a" - di depan kelas. hahaha. teman-teman mukanya bingung kenapa aku menanyakan pertanyaan gampang yang mereka semua udah tau jawabannya.

beberapa belas tahun kemudian ternyata adikku sadham mengalami hal yang sama persis. dia anggap ppkn itu pelajaran yang paling sulit. menurutku, mungkin saja ppkn itu punya andil dalam menciptakan masyarakat indonesia yang normatif. kurang menghargai kejujuran. bohong itu bikin nilaimu jadi bagus.

...

waktu sma (aku pernah cerita tentang ini nggak ya, lupa). aku punya teman yang perfect gitu dia. baik hati, solehah, pintar sekali, punya banyak teman, manis & disukai semua guru & teman. suatu hari di gazebo depan ruang bahasa dia bilang begini: "fenty kamu itu anaknya lucu sekali ya. aku dulu pertama kali ngobrol sama kamu aku kaget karena kamu jujur banget. aku nggak pernah punya teman seperti kamu. aku sampai shock" dia kayaknya nggak tau aku lebih shock lagi karena kupikir orang sekeren dia pasti lebih terbiasa dengan kejujuran daripada aku.

...

temanku di mantan kantor di jakarta pernah bilang aku adalah orang paling lugu yang pernah dia temui. dan dia itu sudah jalan-jalan keliling dunia lo. jadi pasti ketemu banyak banget manusia kan. "epeeeen kamu lugu sekaliii.." dia selalu bilang sampai sudut matanya melengkung ke bawah.

...

waktu aku suatu hari keheranan & tanya sama suaminya (suaminya aku, bukan suami teman): "kenapa sih kok orang selalu bilang aku tu lugu?" dia jawab: "ya karena kamu tu memang luguuu, momocan. kamu ada orang yang bilang sayang aja percaya. kamu ada orang bilang dia lagi nggak punya duit aja percaya" ya soalnya kenapa harus ada orang bohong tentang 2 hal itu kan.

...

pagi ini aku baca thread di twitter tentang seorang mahasiswa kedokteran yang diusir & disuruh merenung karena sewaktu ditanyai kenapa dia mau jadi dokter, dia jawabnya: "karena di negara ini, profesi ini lebih menjamin dalam urusan ekonomi" trus setelah dekan yang dengar jawabannya marah, dia jadi bingung dia salah apa, karena dia cuma menjawab jujur.

dia ditanya alasan kamu apa. dan itu memang alasannya dia.
jadi kenapa itu salah?

...

aku (seperti prediksi papa), tentu sering sekali mengalami hal seperti itu.

dulu aku tidak mau menikah (sampai sekarang juga nggak berubah sih). aku pernah bilang sama teman kalau di indonesia ini perempuan nggak menikah nggak bikin ibunya sengsara, aku pasti pilih tidak menikah. waktu calon suami bilang orang tuanya mau datang melamar, aku sampai merengek seperti bocah di telepon: "nggak mauuu.."

calon suami sih nggak kaget. karena aku memang sudah sering bilang aku nggak mau menikah. aku bilang sama dia, satu-satunya alasan kenapa aku mau menikah cuma karena nanti setelah aku menikah aku bisa bebas di rumah keluyuran hanya pakai kaos & celana dalam. yang hal tersebut nggak mungkin terjadi kalau aku tinggal di rumah atau di kos.

kalau pas jadi calon suami dia nggak kaget, setelah jadi suami dia malah kaget. sampai sekarang dia masih suka tertawa sendiri kalau lihat aku di rumah lewat-lewat di depannya dia. kalau ditanya kenapa, jawabannya: "aku tu masih inget waktu kamu bilang kenapa kamu mau menikah, cuma supaya bisa pakai celana dalam di rumah. aku tu sampai sekarang masih heran kok ada orang ngomong kayak gitu & ternyata itu nggak bohong". biasanya aku langsung ngegas: "ya memang enggaaak. la ngapain aku bohong"

kata suaminya tadi pagi, "coba kalau kamu ngomong ke orang, kamu pakai kerudung bukan karena perintah agama, tapi karena alasanmu yang sebenarnya. kamu pasti juga langsung di-bully. langsung di-unfollow berapa ribu orang di instagram" aku bilang: "oyaaa?" hahaha. challenge accepted. aku nulis blog ini.

aku pakai kerudung itu karena aku paling nyaman pakai baju seperti ini kalau ketemu orang lain. kalau kemana-mana pakai helm itu nggak makin menarik perhatian orang, aku pasti kemana-mana pakai helm. atau topeng ultraman. kalau di rumah aku paling nyaman pakai celana dalam seperti panpaka (tapi pakai baju ya, panpaka kan enggak)

kalau bilang kenyataan ini bikin followerku tinggal 11 yaudah. follower nggak dibawa mati. hahahaha (omongan orang yang followernya 11 kayak gini ini)

...

eh, tapi mungkin juga sih alasan dulu mau menikah bukan cuma karena kepingin bisa pakai celana dalam saja di rumah. tapi karena aku menikahnya sama salah satu lakilaki paling jujur yang pernah kutemui. saking jujurnya dia, sampai aku sebagai orang paling jujur nomer 2 dalam keluarga ketemu dia, aku sampai shock. hah. kok semua orang bilang gambarku bagus, dia bilang gambarku jelek. hahaha. (dendam dibawa mati)


"honest hearts produce honest action" - anonymous


jujur aja, kenapa sih.
selama ini sih aku selalu mujur.
nggak tau kalau sore.
hahaha.