Friday, October 19, 2012

hari ini tangan saya dingin sekali

uh ah uh,,
ini jumat terakhir saya bekerja sebagai urban designer
lah soalnya jumat besok liburan lebaran haji

mulai kurang dari dua minggu kedepan,
saya akan merubah haluan kapal saya.

dan saya tidak pernah membayangkan, kalau memutar kemudi ke arah lain rasanya akan sesentimentil ini

ah bagaimana sih

..
dulu s m a ingin sekali jadi arsitek.
ditentang habishabisan sama papa, sang sponsor utama dan satusatunya.
papa ingin saya jadi dokter.

tes psikologi & guru bp pun mengamini sabda papa.
 
oh oh oh
berbulanbulan berurai airmata darah meyakinkan papa, guru bp, dan bahkan tuhan.

tuhan, saya bisa. saya akan buktikan.

jalanjalan ke kampus arsitektur ugm, lalu jatuh cinta pada pandangan pertama
pada bangunan bata merah.
oh aku pasti akan kuliah disini dan jadi arsitek.

papa menyerah
setiap malam saya melihat papa duduk didepan kamar saya ketika saya sibuk berlatih soalsoal fisika dan matematika.
belakangan saya tau dia sedang berdoa.
mungkin dia mengadu pada tuhan,
"tuhan, walau anak saya begini keras kepala, tolong bantulah dia"

antar saya tes spmb,
saya baru tau kemudian, ketika tes sedang berlangsung papah tidak pulang, tapi menunggui di luar pagar. berdoa untuk saya.

dan di suatu pagi yang mendung, nama saya ada disana
di halaman lembar daftar calon mahasiswa yang lolos spmb ugm

jurusan arsitektur
yang saya impi-impikan itu

(pagipagi masih gelap, papa pamit mau jogging, katanya.
ternyata pulangpulang bawa koran.
mungkin dari malam dia tidak tidur gelisah kepingin lihat pengumuman.
hahaha..)

dan saya pun kuliah arsitektur
sering diantar jemput papa sampai diledekin temanteman: anakpapah.
waktu lulus, papa menangis bilang: "terimakasih"

lah harusnya kan saya yang bilang terimakasih


hari itu sepertinya penyesalan pertama dalam hidup saya.
(saya yang pernah mengklaim tidak pernah menyesali apapun yg saya lakukan dalam hidup karena semua saya lakukan dengan sadar)
justru setelah melihat kedua orang tua saya begitu senang sampai terharu,
saya menyesal kenapa saya tidak ada dalam deretan lulusan cumlaude.

dari sd saya bukan anak yang peduli dengan nilai di sekolah.
saya tidak pernah menyesal karena dapat nilai jelek.
nilai pelajaran sama sekali tidak ambil bagian dalam jajaran 'pride' saya.

tapi sampai hari ini. kalau saya ingat wajah papa saya yang bahagia hari itu,
saya selalu menyesal kenapa saya nggak lulus cumlaude.
kenapa saya begitu ignorant dengan nilainilai itu,
kenapa saya bisa lupa satu hal itu.
kalau selama ini saya selalu jadi yang terbaik,
dan senang melihat papa senang.


saya bekerja jadi urban designer
dan happy dengan pekerjaan saya.
saya pernah satu kali ketika harus pulang bekerja jam 5 pagi & harus sudah di kantor lagi jam 6 pagi karena ada meeting di luar kota, masih bersemangat dalam hati:
"saya cinta pekerjaan ini. saya akan terus berusaha & suatu saat akan jadi urban designer yang keren & berguna"

..

hari ini,
saya  tetap suka arsitektur
dan urban design

tapi ada yang lain yang mencuri hati saya,
mengambil bagian lebih besar.

ah. saya ingin bertahan karena teringat papa & kekeraskepalaan saya dimasa lalu
saya yang sekarang adalah pengorbanan papa & doadoanya

tapi yang didalam hati tidak mau mengerti

..
saya tidak pernah menyesal,
& mengucapkan terimakasih untuk bertahuntahun yang bersemangat & menyenangkan.
tapi saya tidak berharap akan kembali lagi.

saya tau yang menghadang tidak akan lebih mudah.
tapi saya berjanji akan berusaha!

dan kali ini saya harus kembali meyakinkan papa & tuhan

semoga tidak patah hati & kecewa

ihdinas shiratal mustaqim

demi papa yang menangis di saatsaat penting dalam hidup saya,
mama & adikadik, fans sejati yang selalu memberikan dukungan,
dan suami yang sabarnya sedalam lautan setinggi langit di angkasa,

ijinkan saya memulai dari awal sekali lagi

bismillahirahmanirrahim





4 comments:

  1. aih. saya suka sekali dan hampir menitikkan air mata. indah.
    saya kadang menangis ingat bapak dan mama jauh di sana.kenapa aku tidak bisa dekat dengan mereka. mari kita selalu mendoakan orang tua kita ya Ri.
    hugs

    ReplyDelete
  2. epen, selamat berjuang menempuh hidup baru ^^ maksudnya, karir baru. ditunggu karya2 epen berikutnya.

    ReplyDelete
  3. direstui, Arsitektur dan Urban Desain itu Ilmu. Pelaksanaannya kalau memahami maknanya tidak harus dalam bentuk Bekerja / Sebagai pembangun. Terbukti, di Jalan Sabang setiap hari orang bisa melihat karyamu disana. di Lantai 2, malam maupun siang. kapan2 aku ajak ke resto lainnya lagi, yg lagi nunggu edisi bulanan mu di kertas tatakannya.

    ReplyDelete
  4. good luck epeeen!
    selamat untuk pengambilan keputusannya. kamu hebat! :)

    ReplyDelete