Friday, March 9, 2018

lullaby

kamu tau nggak.

aku punya teori bahwa sebelum aku lahir ke dunia, tuhan yang maha mencintai memberi aku banyak pilihan kehidupan. Dia menunggu dengan sabar aku memilah pilihan-pilihan hidupku sambil tersenyum-senyum tidak berhenti.

dan lalu satu-satu aku memilih.
ibu & bapak,
kelebihan,
kekurangan,
hal yang disukai,
yang tidak disukai,
teman yang nanti dijatuh cintai..

dan lalu diputarlah kehidupan berdasarkan pilihan-pilihan yang sudah aku buat. semua pilihan dan jalan dibuat dengan sangat canggih, adil dan presisi.

dan kemudian aku dibuat lupa.
lupa pernah bertemu Dia,
lupa pernah membuat sendiri pilihan-pilihan itu.

lalu aku lahir ke dunia.
menangis. keras sekali.

...

selama hidup di dunia ini kadang aku marah, kadang aku sedih, kadang aku bingung, kadang aku khawatir, kadang aku kecewa.
semuanya hanya karena aku lupa bahwa yang kulakukan di sini hanya menjalani pilihan-pilihan yang dulu sudah aku pilih sendiri.

ini aku pilih yang mana?
kenapa aku pilih yang ini?

kalau aku ingat pilihan-pilihanku waktu itu, tentu aku tidak akan sekawatir ini. tidak akan sesedih ini, tidak akan sebingung ini, dan pasti aku tidak akan pernah merasa kecewa dan marah. bagaimana bisa. kan aku yang pilih sendiri semuanya.

karena pilihan-pilihan yang aku buat waktu itu, saat ini aku jadi bisa menulis ini sambil dengar lagu ini diulang-ulang terus dan merasa seperti ini. (perasaan yang aneh antara kepingin teriak-teriak atau senyum-senyum aja, atau nangis tapi aku lagi pakai clay mask jadi nggak bisa takut retak)

karena pilihan-pilihan itu juga aku jadi bisa bertemu dia, dia, dia, dan kamu. lalu berpisah. lalu bertemu lagi. dan mungkin nanti berpisah lagi. dan.. aku lupa akhirnya bagaimana. hahaha.

...

mungkin karena aku belum pernah menjadi ibu, jadi tidak tau bagaimana besar rasa cinta dan kuatir kepada anak-anaknya akan membuat aku menjadi.

tapi dulu waktu sma aku pernah berjanji untuk memberi petunjuk kehidupan sebanyak-banyaknya kepada anak-anakku (yang belum lahir, pun belum jelas bapaknya mau yang mana. hahaha. kebiasaan mikir kejauhan ya kayak gini ini. anak lain panik mikirin ulangan kimia nanti di jam ke 4, aku panik mikir besok mau ngomong apa aja ya sama anakku. hahaha. makanya nilai kimiaku 5).

aku mau banyak bicara sama dia. aku mau tulis diary sebanyak-banyaknya untuk dia. aku tulis daftar buku yang harus dia baca. aku mau dia jangan sampai salah. jangan sampai menyesal & kecewa. aku mau dia punya kehidupan terbaik di dunia.

waktu itu aku tidak tau bahwa tidak ada manusia di dunia yang tidak pernah salah. dan tidak ada kehidupan terbaik di dunia. yang nanti dia punya hanya kehidupannya sendiri. sama seperti aku juga.

memberi tau beda baik dan buruk itu memang pekerjaanmu. tapi preferensimu adalah untukmu sendiri. karena dia sudah membuat pilihannya bahkan sejak sebelum dilahirkan. bagaimana kalau aku bilang, jangan menikah sama orang madura karena orang madura ibunya galak-galak, sedangkan jodoh yang dia pilih itu orang madura, misalnya? aku tidak sadar kalau aku menjauhkan dia dari pilihannya. dan mungkin akan membuat dia menderita di kemudian hari. semakin banyak preferensi pribadi yang dimasukkan, ketika nanti dewasa akan semakin banyak yang harus dia unlearn untuk dia bisa menemukan jalan hidupnya sendiri.

aku menulis ini setidaknya supaya aku ingat. kalau nanti mas sadham bilang lagi kalau dia mau jadi arsitek, aku akan menahan diri sendiri untuk melarang dia. hahaha.

...

hari ini aku sedih tapi senang sekali.
aku tidak bingung dan kuatir lagi.
salah satu potongan puzzle yang paling sulit dan besar sudah ketemu.

tapi yang ini rahasia.

xx


No comments:

Post a Comment