Monday, December 29, 2008

monolog

jadi kan, ada beberapa orang yang sering baik sekali pada saya atau melakukan apapun itu.. (pakai beberapa biar kesannya banyak)
lalu mama sayapun mulai berkomentar secara monolog..

mama:
“sebenernya kalau mau dapat anaknya itu, sebaiknya deketin ibunya dulu.. ibunya dibaikbaikin.. bagaimana caranya berusaha mengambil hati ibunya..”

–jeda beberapa detik-

“tapi ya nggak berlaku deng kalau sama kamu itu. wong nggak nurut sama orang tua. jadi siasia juga sih ya, kalau deketin ibunya dulu. haaah..”


saya:
“haaaaaaahaaaaahaaaha..”

Monday, December 22, 2008

kehidupan orang barbar berambut merah

saya sedang ingin menghajar seseorang.
dan kalau lelaki yang mengaku mencintai saya itu tidak bersedia membuatnya babakbelur, maka saya sendiri yang akan melakukannya.
lihat saja!

notes untuk ibu saya..

untuk mama saya,
yang setiap hari mengirimkan sms membosankan yang selalu hanya saya baca sekilas karena hafal dan merasa sudah mengerti isinya: ‘hari ini lembur nggak? kirakira pulang jam berapa? pulangnya nanti ada yang mengantar nggak?’

untuk mama saya,
yang belum akan tidur kalau saya belum mengirim sms template singkat setiap pulang lembur, padahal kami ada di dua kota yang berbeda berjarak ratusan kilometer. sms yang saya kirim dengan setengah sadar: ‘ma, udh sampai kos. td diantar …’ (titiktitik diisi nama teman, baik sungguh atau bohong)

untuk mama saya,
yang dalam hatinya selalu tersimpan keinginan agar saya selalu berada didekatnya, tapi tetap bersyukur dan tersenyum menahan gejolak hatinya, ketika tiba saatnya saya bilang: “ma, aku pergi”

untuk mama saya,
yang setia mendengar segala keluhkesah saya setiap saat, mengingat ceritacerita saya, dan bersedia tertawa, walaupun cerita saya tidak lucu.

untuk mama saya,
yang ikut menangis dan terluka bersama saya, ketika saya patah hati, atau putus cinta dengan priapria.

untuk mama saya,
yang selalu menasehati agar saya jangan berbuat semenamena terhadap para lelaki, atau bertindak brutal kalau marah. padahal kata papa saya, mama saya juga begitu waktu mudanya.

untuk mama saya,
yang gagah berani, lantang berbicara pada kepala sekolah & guruguru sd saya untuk membela saya, setelah saya pulang sekolah sambil menangis, karena baru saja bertengkar dengan guruguru saya, yang memberi bocoran jawaban ulangan umum agar nilai sekolah tidak jelek.

untuk mama saya,
yang hafal nama semua temanteman saya, & bersikap baik pada mereka.

untuk mama saya,
yang tidak menanyakan kepada saya kapan saya akan menikah, walaupun semua teman sd saya sudah menikah.

untuk mama saya,
yang tidak tabu memulai pembicaraan terlebih dulu, setelah kami bertengkar hebat menangisnangis hingga mata bengkak, hidung memerah, dan suara berubah.

untuk mama saya,
yang pintar memasak, dan selalu meyakinkan saya, kalau awalnya dia dulu juga samasekali tidak bisa memasak.

untuk mama saya,
yang unik dan cantik. dan selalu bilang saya cantik padahal saya tau saya biasa saja.

untuk mama saya,
yang selalu jadi orang yang tetap ada di samping saya, ketika saya merasa semua orang sedang tidak berada di pihak saya.

untuk mama saya,
orang pertama yang mengajari saya berdoa, membaca, menulis, dan berhitung.

untuk mama saya,
yang selalu mengingatkan ketika saya mulai lupa bahwa ada hidup setelah mati..

untuk mama saya,
orang pertama yang percaya. bahwa saya mampu.

untuk mama saya,
yang selalu saya kecewakan,
tapi tetap mengatakan bahwa dia bangga dan bahagia.

untuk mama saya,
ibu terbaik bagi saya yang tidak akan pernah dapat tergantikan.

ditelapak kakinya satu surga saya berada.

hanya untuknya,
selamat hari ibu..

Wednesday, December 17, 2008

surat yang tidak pernah sampai..

saya terganggu.
melihat namanya di layar hp saya, pembicaraan tentangnya, entah kenapa selalu berhasil meluapkan emosi saya. saya pernah seperti ini. dulu. dengan orang yang berbeda. marah sekali entah karena apa sehingga melihat inisial namanya pada nomer plat kendaraan yang kebetulan lewat saja membuat serasa isi perut saya diadukaduk. tapi dulu saya bisa bertahan.

karena saya bisa.
karena saya mau menyakiti hatinya.
karena saya tidak peduli.

tapi kali ini berbeda. jelas sangat berbeda. saya harus menahannya. menyembunyikannya kalau bisa. dan selalu saya lakukan. karena diam adalah menjaga, dan menjaga adalah baik. maka dari itu saya selalu melakukannya. sambil dalam hati berharap, kamu bisa membantu saya menjaga hati saya.

tapi kamu tidak pernah tau.
mungkin tidak ingin tau.
saya tau itu.
tidak apaapa.

mungkin memang saya yang harus menghadapinya sendiri. karena ini adalah hidup saya. (sambil terus berharap ini bukan karena saya merasa kamu tidak pernah paham arti kata kita)




saya adalah matahari. sekuat apapun saya berusaha, tidak akan saya bisa bersanding dengan langit malam.

jadi kali ini saya memilih pergi.

katakan saya pengecut.
tapi bersembunyi dibalik awan melindungi pandangan saya darimu yang selalu mengingatkan saya pada keberadaannya. malam terlalu dingin bagi saya. karenanya, panas saya tak bisa menghangatkanmu, dan sinar saya tak bisa menerangimu..

biarkan saja kali ini mendung datang. akan ada waktunya langit kembali cerah di siangmu. mungkin suatu saat.
suatu saat ketika saya sudah berhasil berdamai dengan diri sendiri, dan sudah bisa menerima dengan sepenuh hati, bahwa matahari dan malam bisa saja hidup damai berdampingan. bahwa hangat saya bisa tetap mencapaimu walau malam tiba.

tidak perlu langit malam bermatahari,
atau matahari di langit malam.

karena diamdiam, sebenarnya matahari mencandu bumi. bumi yang mencintai matahari, tapi membutuhkan malam agar tetap ada..

dan matahari tetap bersinar di bumi karena kuasa ilahi.

beri saya waktu dan ruang.
walaupun tertutupi, kamu tau saya masih disini.

paket perawatan kecantikan pra nikah

pada suatu malam,
saya sedang menanti masker diwajah mengering.
ketika tibatiba..

sadham: beti, kamu suka menikah tidak?
beti: hah! kenapa memangnya?!
sadham: kalau aku, tidak suka kalau kamu menikah.
beti: haah!! kenapa?!

beti: maa.. kata mas sadham, dia tidak suka kalau aku menikaah!
sadham: iya ma, soalnya nanti kita pasti akan digantikan.

mama: loo.. kalau sudah tua ya harus menikah dong mas sadham..
beti: haaah! [sudah tuaa?]

mama: gimana sih, mas sadham..
katanya kamu kepingin punya adek bayi..
beti: haaaaa! [bayiii??]

argh. rusak masker saya. sial.

sejarah monsterbuaya

ketika saya membukabuka file di komputer saya, saya menemukan gambar berikut ini:






saya baru ingat, dulu ketika masi kuliah, ada teman saya memaksa saya untuk membuatkan header untuk blognya karena dia berpikir saya lebih melek teknologi dibandingkan dia. padahal waktu itu saya belum mengerti apa itu blog maupun header. saya bahkan tidak mengerti kegunaan internet.

teman saya yang lainnya yang baik hati; dan tidak gaptek; dan suka publikasi; dan selalu berpikir saya bisa melakukan segala hal; dan suka memaksakan diri, lalu membuatkan account blog untuk saya. dia lalu bertanya: “mau dikasi nama apa?”. saya menjawab: monsterbuaya. dan lalu dia membuatkannya. monsterbuaya.blogdrive.com.
blog pertama saya.

tapi kekuatan kebaikan hati itupun ternyata tak cukup menggerakkan hati saya untuk memposting sesuatu di blog pertama saya tersebut. karena memang saya tidak tau kegunaannya; dan bukan saya yang punya ide; dan saya tidak peduli.
jadi kalau sekarang dibuka, blog saya itu pasti tidak ada isi apaapanya.

dulu saya cuma tau, blog itu harus ada headernya. jadi saya membuat header diatas. header yang bahkan belum sempat saya pasang tersebut saya buat memakai corel. waktu itu saya samasekali belum bisa menggunakan photoshop & illustrator. sebenarnya corel juga hanya bisa membuat bentuk. tapi sekarang dibilang bisa photoshop & illustrator juga nggak deng. hihi. sudahlah. lagipula saya kan memang selalu terbatas dalam banyak hal.

kenapa monsterbuaya? selalu itu yang ditanyakan orangorang.
saya yakin. dulu saya pasti berpikir dan pasti ada alasannya kenapa waktu itu saya memutuskan menggunakan nama monsterbuaya. tapi bukan saya kalau tidak selalu melupakan segalanya. jadi sekarang saya sudah lupa kenapa dulu saya bikin blog saya namai monsterbuaya.

blog yang ini nih, dibuat karena tibatiba saya berpikir ingin membuat blog. saya menghubungi teman saya yang baik hati dulu itu, untuk membuatkan account bagi saya yang pemalas. jrengg. jadilah blog ini hampir seketika setelah saya memintanya. terimakasih banyak sekali..

waktu berselang, dan sekarang saya sudah punya banyak penggemaaar..

AAAHAAAHAAAAAAA…….!

(iya, mas ade.. perempuan jogja nggak boleh ketawa ngakak. lagipula itu kan cuma tulisan..)

awalnya dulu, saya berpikir untuk membuat blog yang orangorang tidak tau siapa penulisnya, mengingat isi tulisantulisan saya. (walau bagaimanapun saya tau kapasitas saya dalam mengendalikan diri untuk mempermalukan diri sendiri).
tapi apa yang bisa diperbuat lagi kalau setitik nila sudah tertetes dan bubur sudah habis dimakan..
semoga yang membaca tulisantulisan didalam blog ini, tidak lalu terinspirasi untuk melakukan perbuatanperbuatan barbar.

oiya saya juga nemu gambar ini nih.
kayaknya saya buat ketika saya belum tau kegunaan layer pada photosop dan hanya tau memakai kuas & pensil. tapi tetap saja. saya sendiri tidak mengerti kenapa saya menggambarnya..

Friday, December 5, 2008

libuuur..

setiap mau keluar, hujan.

setiap mau kerja, mati lampu.

ck.ck.