Saturday, March 10, 2018

quotes

sebetulnya aku sudah baca buku ini 3 kali. tapi tetap saja baca kalimat ini lagi seperti baru saja nemu. suka gitu nggak sih. sudah baca buku yang sama berkali-kali, tapi setiap baca lagi, selalu nemu hal baru lagi sampai heran, loh cerita ini ada, ya? hahaha.



"It was the pure Language of the World.

It required no explanation, just as the universe needs none as it travels through endless time. What the boy felt at that moment was that he was in the presence of the only woman in his life, and that, with no need for words, she recognized the same thing. He was more certain of it than of anything in the world. 

He had been told by his parents and grandparents that he must fall in love and really know a person before becoming committed. But maybe people who felt that way had never learned the universal language. Because, when you know that language, it's easy to understand that someone in the world awaits you, whether it's in the middle of the desert or in some great city.

And when two such people encounter each other, and their eyes meet, the past and the future become unimportant. There is only that moment, and the incredible certainty that everything under the sun has been written by one hand only. It is the hand that evokes love, and creates a twin soul for every person in the world. Without such love, one's dreams would have no meaning." 

- the alchemist, paulo coelho

Friday, March 9, 2018

lullaby

kamu tau nggak.

aku punya teori bahwa sebelum aku lahir ke dunia, tuhan yang maha mencintai memberi aku banyak pilihan kehidupan. Dia menunggu dengan sabar aku memilah pilihan-pilihan hidupku sambil tersenyum-senyum tidak berhenti.

dan lalu satu-satu aku memilih.
ibu & bapak,
kelebihan,
kekurangan,
hal yang disukai,
yang tidak disukai,
teman yang nanti dijatuh cintai..

dan lalu diputarlah kehidupan berdasarkan pilihan-pilihan yang sudah aku buat. semua pilihan dan jalan dibuat dengan sangat canggih, adil dan presisi.

dan kemudian aku dibuat lupa.
lupa pernah bertemu Dia,
lupa pernah membuat sendiri pilihan-pilihan itu.

lalu aku lahir ke dunia.
menangis. keras sekali.

...

selama hidup di dunia ini kadang aku marah, kadang aku sedih, kadang aku bingung, kadang aku khawatir, kadang aku kecewa.
semuanya hanya karena aku lupa bahwa yang kulakukan di sini hanya menjalani pilihan-pilihan yang dulu sudah aku pilih sendiri.

ini aku pilih yang mana?
kenapa aku pilih yang ini?

kalau aku ingat pilihan-pilihanku waktu itu, tentu aku tidak akan sekawatir ini. tidak akan sesedih ini, tidak akan sebingung ini, dan pasti aku tidak akan pernah merasa kecewa dan marah. bagaimana bisa. kan aku yang pilih sendiri semuanya.

karena pilihan-pilihan yang aku buat waktu itu, saat ini aku jadi bisa menulis ini sambil dengar lagu ini diulang-ulang terus dan merasa seperti ini. (perasaan yang aneh antara kepingin teriak-teriak atau senyum-senyum aja, atau nangis tapi aku lagi pakai clay mask jadi nggak bisa takut retak)

karena pilihan-pilihan itu juga aku jadi bisa bertemu dia, dia, dia, dan kamu. lalu berpisah. lalu bertemu lagi. dan mungkin nanti berpisah lagi. dan.. aku lupa akhirnya bagaimana. hahaha.

...

mungkin karena aku belum pernah menjadi ibu, jadi tidak tau bagaimana besar rasa cinta dan kuatir kepada anak-anaknya akan membuat aku menjadi.

tapi dulu waktu sma aku pernah berjanji untuk memberi petunjuk kehidupan sebanyak-banyaknya kepada anak-anakku (yang belum lahir, pun belum jelas bapaknya mau yang mana. hahaha. kebiasaan mikir kejauhan ya kayak gini ini. anak lain panik mikirin ulangan kimia nanti di jam ke 4, aku panik mikir besok mau ngomong apa aja ya sama anakku. hahaha. makanya nilai kimiaku 5).

aku mau banyak bicara sama dia. aku mau tulis diary sebanyak-banyaknya untuk dia. aku tulis daftar buku yang harus dia baca. aku mau dia jangan sampai salah. jangan sampai menyesal & kecewa. aku mau dia punya kehidupan terbaik di dunia.

waktu itu aku tidak tau bahwa tidak ada manusia di dunia yang tidak pernah salah. dan tidak ada kehidupan terbaik di dunia. yang nanti dia punya hanya kehidupannya sendiri. sama seperti aku juga.

memberi tau beda baik dan buruk itu memang pekerjaanmu. tapi preferensimu adalah untukmu sendiri. karena dia sudah membuat pilihannya bahkan sejak sebelum dilahirkan. bagaimana kalau aku bilang, jangan menikah sama orang madura karena orang madura ibunya galak-galak, sedangkan jodoh yang dia pilih itu orang madura, misalnya? aku tidak sadar kalau aku menjauhkan dia dari pilihannya. dan mungkin akan membuat dia menderita di kemudian hari. semakin banyak preferensi pribadi yang dimasukkan, ketika nanti dewasa akan semakin banyak yang harus dia unlearn untuk dia bisa menemukan jalan hidupnya sendiri.

aku menulis ini setidaknya supaya aku ingat. kalau nanti mas sadham bilang lagi kalau dia mau jadi arsitek, aku akan menahan diri sendiri untuk melarang dia. hahaha.

...

hari ini aku sedih tapi senang sekali.
aku tidak bingung dan kuatir lagi.
salah satu potongan puzzle yang paling sulit dan besar sudah ketemu.

tapi yang ini rahasia.

xx


tidur menulis

aku nemu tulisan ini di draft, tertera tanggal 28 januari 2018. aku bahkan lupa pernah nulis ini. dan lupa kenapa tulisan ini nggak aku post. aku ngetik sambil tidur apa ya..

...

ketika suara dari dasar jurang yang entah ada apanya, berhasil memanggil anak kecil yang selama ini tinggal di dalam hatimu dan pikiranmu, 1000 malaikat berteriak memanggil namamu, menarik tanganmu, kakimu terus berjalan ke arahnya.

dilan 1990

dulu waktu aku masih kecil, papa selalu bilang diulang-ulang: "jujur ajur. jujur ki ajur, mbak!" hahaha. mungkin karena aku selalu melakukan sesuatu yang membuat beliau khawatir. dari dulu (sampai sekarang juga kalau lagi ngobrol) papa selalu bilang kalau aku ini terlalu jujur. "bohong nggak apa-apa sesekali untuk kebaikan"

kalau mama dengar, matanya seperti mau protes tapi trus nggak jadi. hahaha.

prinsipnya mama adalah kebalikannya papa: "jujur mujur" (walaupun sebenernya aku juga curiga mungkin itu cuma karena mama orangnya nggak bisa bohong aja). tapi mungkin mama juga ada rasa takut kalau suatu saat aku terlibat masalah karena terlalu jujur itu, jadinya bingung sendiri dia. hahaha.  karena mama sebetulnya juga sering terlibat masalah hanya karena dia selalu mengatakan hal yang sebenarnya atau tidak bisa berbohong. tapi kalau mama itu 100% nggak bisa bohong sih. aku sering banget ajarin mama untuk bohong ke papa, trus nanti setelah mencoba praktek, mama akan kembali dengan frustasi: "aku ora isooo mbaaaak.. kamu sih gampang bohong. kamu anaknya papa" hahaha.

kefrustrasian papa kepadaku sepertinya dimulai bahkan sejak aku masih kecil sekali. waktu umur 3 tahun, aku punya teman tetangga yang sakit kulit gitu. namanya tiwuk. lucu kan namanya. suatu hari papa mama panggil aku, trus bilang aku nggak boleh main lagi sama tiwuk. kata papa tiwuk itu sakit kulit yang menular.

"lah trus aku bilang apa dong nanti sama dia, kalau dia ajak main?" aku lupa papa bilang apa, tapi intinya papa mama ajarin aku buat bohong gitu. hahaha "bilang aja kamu begini begitu". trus aku jawab: "nggak mau! aku nanti mau bilang ke tiwuk kalau aku nggak boleh main lagi sama dia karena dia sakit kulit. papa mamaku takut aku ketularan. kalau papa mau bohong ya sana papa aja sendiri yang bilang ke tiwuk" aku bahkan masih ingat mamaku langsung panik "loh! loh! sik. sik." hahaha.

perdebatan anak umur 3 tahun & kedua orang tuanya siang itu sangatlah panjang. karena aku punya banyak sekali pertanyaan: "memangnya dia sakit apa? beneran bisa menular? gimana cara menularnya? gimana kalau aku tetep boleh main sama dia tapi aku nggak pegang? trus nanti dia main sama siapa? dia berapa lama sembuhnya? obatnya apa? kenapa papa nggak bilang aja sama ibunya suruh obatin tiwuk pakai obat itu? kapan aku bisa main lagi sama dia? kenapa harus bohong? 

akhirnya aku memang nggak bohong sama tiwuk. nggak sempat. karena ternyata dia tiba-tiba harus pindah ke rumah neneknya.

...

waktu sd, akupun pernah frustrasi ketika pelajaran ppkn. aku ingat pernah tanya sama pak guru di tengah tengah thb. (tes hasil belajar tiap 4 bulan sekali) ketika ada pertanyaan di soal ujian:

apa yang akan kamu lakukan ketika melihat teman-temanmu berkelahi di kelas?
a. melapor pada guru bp;
b. menyoraki beramai-ramai;
c. ikut berkelahi;
d. diam saja lalu pergi ke kantin.

aku tanya: "pak, ini jawaban yang nanti dianggap betul itu, apa yang saya lakukan, atau yang sebaiknya saya lakukan? jawaban yang dapat nilai yang a atau d, pak? soalnya kalau apa yang saya lakukan saya pilih d. itu dapat nilai nggak nanti? tapi pak. ini di pertanyaannya nggak ada kata 'sebaiknya'?"

pak guru pun frustrasi. dia sampai bilang: "iya, di kunci jawabannya yang betul a" - di depan kelas. hahaha. teman-teman mukanya bingung kenapa aku menanyakan pertanyaan gampang yang mereka semua udah tau jawabannya.

beberapa belas tahun kemudian ternyata adikku sadham mengalami hal yang sama persis. dia anggap ppkn itu pelajaran yang paling sulit. menurutku, mungkin saja ppkn itu punya andil dalam menciptakan masyarakat indonesia yang normatif. kurang menghargai kejujuran. bohong itu bikin nilaimu jadi bagus.

...

waktu sma (aku pernah cerita tentang ini nggak ya, lupa). aku punya teman yang perfect gitu dia. baik hati, solehah, pintar sekali, punya banyak teman, manis & disukai semua guru & teman. suatu hari di gazebo depan ruang bahasa dia bilang begini: "fenty kamu itu anaknya lucu sekali ya. aku dulu pertama kali ngobrol sama kamu aku kaget karena kamu jujur banget. aku nggak pernah punya teman seperti kamu. aku sampai shock" dia kayaknya nggak tau aku lebih shock lagi karena kupikir orang sekeren dia pasti lebih terbiasa dengan kejujuran daripada aku.

...

temanku di mantan kantor di jakarta pernah bilang aku adalah orang paling lugu yang pernah dia temui. dan dia itu sudah jalan-jalan keliling dunia lo. jadi pasti ketemu banyak banget manusia kan. "epeeeen kamu lugu sekaliii.." dia selalu bilang sampai sudut matanya melengkung ke bawah.

...

waktu aku suatu hari keheranan & tanya sama suaminya (suaminya aku, bukan suami teman): "kenapa sih kok orang selalu bilang aku tu lugu?" dia jawab: "ya karena kamu tu memang luguuu, momocan. kamu ada orang yang bilang sayang aja percaya. kamu ada orang bilang dia lagi nggak punya duit aja percaya" ya soalnya kenapa harus ada orang bohong tentang 2 hal itu kan.

...

pagi ini aku baca thread di twitter tentang seorang mahasiswa kedokteran yang diusir & disuruh merenung karena sewaktu ditanyai kenapa dia mau jadi dokter, dia jawabnya: "karena di negara ini, profesi ini lebih menjamin dalam urusan ekonomi" trus setelah dekan yang dengar jawabannya marah, dia jadi bingung dia salah apa, karena dia cuma menjawab jujur.

dia ditanya alasan kamu apa. dan itu memang alasannya dia.
jadi kenapa itu salah?

...

aku (seperti prediksi papa), tentu sering sekali mengalami hal seperti itu.

dulu aku tidak mau menikah (sampai sekarang juga nggak berubah sih). aku pernah bilang sama teman kalau di indonesia ini perempuan nggak menikah nggak bikin ibunya sengsara, aku pasti pilih tidak menikah. waktu calon suami bilang orang tuanya mau datang melamar, aku sampai merengek seperti bocah di telepon: "nggak mauuu.."

calon suami sih nggak kaget. karena aku memang sudah sering bilang aku nggak mau menikah. aku bilang sama dia, satu-satunya alasan kenapa aku mau menikah cuma karena nanti setelah aku menikah aku bisa bebas di rumah keluyuran hanya pakai kaos & celana dalam. yang hal tersebut nggak mungkin terjadi kalau aku tinggal di rumah atau di kos.

kalau pas jadi calon suami dia nggak kaget, setelah jadi suami dia malah kaget. sampai sekarang dia masih suka tertawa sendiri kalau lihat aku di rumah lewat-lewat di depannya dia. kalau ditanya kenapa, jawabannya: "aku tu masih inget waktu kamu bilang kenapa kamu mau menikah, cuma supaya bisa pakai celana dalam di rumah. aku tu sampai sekarang masih heran kok ada orang ngomong kayak gitu & ternyata itu nggak bohong". biasanya aku langsung ngegas: "ya memang enggaaak. la ngapain aku bohong"

kata suaminya tadi pagi, "coba kalau kamu ngomong ke orang, kamu pakai kerudung bukan karena perintah agama, tapi karena alasanmu yang sebenarnya. kamu pasti juga langsung di-bully. langsung di-unfollow berapa ribu orang di instagram" aku bilang: "oyaaa?" hahaha. challenge accepted. aku nulis blog ini.

aku pakai kerudung itu karena aku paling nyaman pakai baju seperti ini kalau ketemu orang lain. kalau kemana-mana pakai helm itu nggak makin menarik perhatian orang, aku pasti kemana-mana pakai helm. atau topeng ultraman. kalau di rumah aku paling nyaman pakai celana dalam seperti panpaka (tapi pakai baju ya, panpaka kan enggak)

kalau bilang kenyataan ini bikin followerku tinggal 11 yaudah. follower nggak dibawa mati. hahahaha (omongan orang yang followernya 11 kayak gini ini)

...

eh, tapi mungkin juga sih alasan dulu mau menikah bukan cuma karena kepingin bisa pakai celana dalam saja di rumah. tapi karena aku menikahnya sama salah satu lakilaki paling jujur yang pernah kutemui. saking jujurnya dia, sampai aku sebagai orang paling jujur nomer 2 dalam keluarga ketemu dia, aku sampai shock. hah. kok semua orang bilang gambarku bagus, dia bilang gambarku jelek. hahaha. (dendam dibawa mati)


"honest hearts produce honest action" - anonymous


jujur aja, kenapa sih.
selama ini sih aku selalu mujur.
nggak tau kalau sore.
hahaha.





Saturday, February 10, 2018

zona nyaman

aku dulu pernah bilang (lupa bilangnya ke siapa saja),
kalau aku tu lebih baik dibohongi saja daripada dikasih tau kenyataan yang pahit.

hahaha.
iya aku tau.
beberapa tahun kemudian baru aku sadar kalau itu pernyataan yang lumayan bodoh.

nggak tau beberapa tahun kedepan aku akan berpikir dan atau bilang bagaimana lagi (karena ada kemungkinan besar, aku ngomongnya bisa beda lagi). tapi saat ini akutu sedih aja. melihat orang-orang (yang seperti aku beberapa tahun lalu, atau mungkin aku sekarang juga masih agak gitu cuma nggak sadar aja):

senang dibohongi. senang membohongi diri sendiri.

kita baik-baik saja kok.
padahal enggak.
aku happy kok.
padahal enggak.
aku nggak apa-apa kok.
padahal enggak.

seakan-akan,
enggak baik-baik saja itu salah.
enggak happy itu salah.
merasa apa-apa itu salah.

padahal kan enggak?
namanya juga manusia. 
trus kalaupun salah juga kenapa memangnya?
namanya juga manusia.

nyaman kok begini, pikirnya.

ya mungkin iya nyaman. tapi menurutku nyamannya itu ya cuma karena hal itu sudah jadi kebiasaan aja. dan memulai kebiasaan yang baru memang jarang ada yang nyaman proses awalnya.

seperti manusia yang udah biasa buka portal berita. jadi buka wae terus walaupun tau kegiatan itu hampir nggak ada sisi positifnya. dan kalau dipikir lagi, enggak lo. baca portal berita itu nggak bikin nyaman samasekali. bahkan lebih sering bikin marah, bikin sedih. tapi tetep buka kan. karena sudah kebiasaan. sudah nyaman.

kalau saat ini, aku sedang merasa akan lebih baik kutelan kejujuran walau pahit rasanya. walau habis menelan itu aku jadi hampir mati babak belur. karena buat apa kamu hidup di dalam kebohongan, nggak sih?
siapa sih yang mau kamu bodohi?
trus buat apa kamu hidup.
hidup tapi bohong.
mati bukan namanya?

iya aku tau.

kamu mau pilih yang mana,
itu bukan urusanku.

Sunday, January 28, 2018

diam itu emas

apasih diam itu emas?
dulu waktu jaman sekolah, kukira itu artinya orang yang pendiam lebih baik daripada orang yang cerewet.
apalagi ada peribahasa lain: tong kosong nyaring bunyinya
sebagai orang yang rada cerewet, akupun jadi tidak percaya diri. lalu "oh jadi pasti dia lebih baik ya, daripada aku?"
terus jadi sedih.
yhaaa..
atau malah berpikir: "berarti orang yang introvert lebih baik daripada yang lahir jadi ekstrovert dong"
nyalah-nyalahin kebesaran tuhan.
yhaaa..

..

tapitu sekarang kupikir,
diam itu emas
itu lebih seperti ini:

lebih baik diam.
daripada mengatakan sesuatu yang bukan kebenaran.

..

kalau kamu rindu,
diam saja tidak usah bilang apapun. 
atau peluk saja dia, kalau kamu mau.
atau bilang saja "aku rindu"
daripada mengatakan hal semacam:
"kamu nih sibuk terus ya"

kalau kamu marah,
diam saja tidak usah bilang apapun. 
atau bilang saja setelah kamu lebih tenang hati:
"sebenernya tadi aku marah"
daripada mengatakan hal semacam:
"kamu nih. nggak pernah sekali aja ngertiin aku"

kalau kamu sedih,
diam saja tidak usah bilang apapun. 
atau bilang saja:
"aku sedih sih, kamu bilang begitu tadi.."
daripada bilang:
"aku benci sama kamu! pergi sana!"

kalau kamu kecewa,
diam saja tidak usah bilang apapun.
atau bilang saja: "aku kecewa"
daripada bilang: "terserah kamu deh"

kalau kamu bangga dengan pencapaiannya,
diam saja tidak usah bilang apapun.
atau bilang saja: "aku bangga sama kamu"
daripada bilang: "jangan sombooong.."

kalau kamu senang,
diam saja tidak usah bilang apapun.
atau menari saja.
atau menyanyi.
atau bilang: "aku senang, terima kasih, ya"
daripada mengatakan hal seperti: 
"kamu gapapa nih, bantuin aku gini?"

kalau kamu suka sama dia,
diam saja tidak usah bilang apapun. atau bilang:
"aku suka kamu sejak lama"
daripada mengatakan hal seperti:
"aku nggak apa-apa"

kalau kamu salah, 
minta maaf saja.
tapi kalau belum mau minta maaf juga nggak apa-apa. 
tapi jangan mengoceh tidak berhenti selama 10 menit mencoba menjelaskan kenapa kamu bisa melakukan kesalahan itu, dan mengoceh lagi selama 10 menit tentang dia juga salah sih dalam hal ini, dan mengoceh lagi tambahan 10 menit lainnya, malah berusaha mencoba membuat orang yang kamu salahi memberi apa yang kamu mau.

..

tanyakan hatimu dia sedang merasa bagaimana.
lalu katakan yang sebenarnya,
atau diam. 
itu emas.

Saturday, January 6, 2018

bohong demi kebahagiaan

membohongi diri sendiri itu kok rasanya sedih banget ya,,
walaupun enggak tau kenapa bisa sedihnya.
mungkin sedih karena: "loh kok bisa sih, aku bohongin orang ini"
atau sedih karena: "loh kok ternyata, aku dibohongin sama dia"

atau mungkin karena dua duanya..