Monday, October 12, 2020

pada hari aku terbangun dari mimpi yang sangat panjang.

aku terbangun dari tidurku, dan

aku tidak tau aku sedang berada di mana.

hening lalu

gelap. di sekelilingku hanya ada gelap.

mataku tidak terbiasa berada di kegelapan-

sebelumnya di dalam mimpi, duniaku terang benderang,

sedangkan gelap ini seperti benda padat yang berat.

aku tidak bisa bernapas.

panik.

aku tidak bisa bernapas.

maukah kau pinjamkan matamu sebentar?

agar ku dapat melihat cahaya.

dan mengambil sedikit udara.

time out

kenapa sih, orang-orang (dewasa) selalu ketakutan melihat orang (dewasa) lain menangis?

padahal sebagai menusia yang hidup di bumi ini, menangis adalah sebuah kewajaran. normal. lumrah. biasa saja. semestinya yang wajar itu, seperti ketika pertama kali kamu lahir ke bumi, orang-orang khawatir justru kalau tidak mendengar tangisanmu.

jadi kalau ada manusia lain yang tiba-tiba menangis tanpa (kamu tau) sebab (nya), tidak perlu lah, lalu berasumsi kalau dia menangis karena kamu, atau bahkan tangisannya ada hubungannya dengan keberadaanmu di dunia ini. kamu itu manusia, bukan matahari. di dunia ini ada banyak sekali hal yang bisa ditangisi selain kamu.

kecuali kamu adalah manusia keji yang di mana-mana kerjanya memang selalu membuat orang lain menangis, tenang sajalah tiap ada manusia lain menangis. tidak perlu panik memikirkan aduh bagaimana ini caranya supaya dia berhenti menangis?! apalagi malah marah-marah & senewen (LOH INI KENAPA SIH, MALAH LEBIH ANEH LAGI DEH, KAMU). 

biarkan saja dia memproses perasaannya. semua yang bisa kita rasakan itu SAH. kamu nggak bikin dia sedih, tapi dia sedih karena kamu saja sah, kok. apalagi sedih yang nggak ada hubungannya sama kamu. kenapa jadi kamu yang rewel? kenapa kamu harus selalu mengambil momen milik orang lain untuk kamu  jadikan momenmu sendiri?

kalau kamu adalah manusia yang sama sekali tidak bisa diam, tanya saja kamu bisa melakukan apa untuk dia. kalau dia bilang pergi, ya pergi. kalau dia bilang nggak ada, ya cari kegiatan lain selain mengganggu, apa tidak bisa? kalau kamu adalah manusia kepo yang haruuus banget tau segalanya, kamu selalu bisa mencari tau NANTI.

tapi sebelumnya coba kamu tanya dulu sama dirimu sendiri: sebetulnya yang kamu khawatirkan itu dia, atau dirimu sendiri?

Saturday, August 8, 2020

2020


aku tidak akan pernah lupa tahun ini.

di tahun ini aku mati, lalu hidup lagi.

aku yang di hadapanmu ini bukan aku yang dulu.

nggak usah kamu cari-cari lagi, fenty yang itu.


jadi mari kita berkenalan sekali lagi.

"halo, aku fenty.

senang sekali akhirnya bisa bertemu denganmu."

:)


Wednesday, July 8, 2020

surat untuk mama

pagi ini lengang sekali rasanya. ada suara orang mengaji di kejauhan. sudah agak lama tidak terdengar suara speaker masjid semenjak mulai pandemi. hari ini pertama sejak masjid dibuka, ada back sound suara mengaji di pagi hari. rasanya tenang sekali.

aku duduk di meja kerjaku setelah selesai menyiram tanaman dan membaca buku. energiku sedang penuh jadi aku memutuskan untuk jalan-jalan saja dengan mesin waktu. kebiasaanku yang baru setelah aku sadar kalau ternyata manusia sejak lahir sudah dilengkapi dengan alat ini terinstall di dalam dadanya.

aku duduk, memejamkan kedua mataku dan menarik napas panjang..

..

kubuka mataku, dan aku sampai di sebuah rumah sederhana, aku tidak tau ini rumah siapa. mungkin rumah nenekku? di sini udaranya dingin, tapi hangat di beberapa bagian yang terkena sinar matahari yang masuk dari jendela. kulihat jendela-jendela berderet terbuat dari kayu berwarna coklat gelap. temboknya putih, lantainya abu-abu tua, dan uh dingin sekali. tadi aku lupa pakai sepatu.

aku melihat mamaku, duduk di atas tikar. di depannya ada anak perempuan berbaju merah. rambutnya ikal berwarna coklat diikat dua di atas telinga. mamaku sedang sibuk berusaha membuat anak perempuan itu berdiri, dengan cara menyandarkannya di depan lemari baju. terdengar suara mama: “ayoo tepuk tangaaan..” sambil dirinya sendiri bertepuk tangan memberi contoh, berusaha membuat anak kecil itu tertawa.

oh. aku baru sadar ada papaku sedang mengambil foto.

foto selesai diambil. mamaku menggendong anak perempuan berbaju merah itu. sekilas kulihat wajahnya kuatir. bingung kenapa anaknya ini sampai saat ini belum juga bisa berjalan. anak-anak seumurannya sudah berlarian ketika disuapi ibunya, bahkan ada yang sudah belajar naik sepeda. terngiang kalimat kekhawatiran orang-orang yang lebih tua tentang anaknya itu. “coba ditetah saja, paksa berjalan supaya nggak terbiasa. daripada nanti kalau dia semakin besar, sudah terlanjur nggak bisa jalan..”, “mungkin harus dibawa ke dokter, siapa tau ada kelainan”, “padahal anak lainnya udah sejak lama loh ya, bisa jalan. mereka seumuran kan?”

..

aku berjalan mendekatinya. aku sentuh pundaknya yang semakin kurus sejak kematian ibunya beberapa bulan yang lalu. lalu aku bilang padanya,

mama. ini fenty. tapi ini aku yang udah besar. sekarang aku 36 tahun. aku datang ke sini mau ketemu mama karena aku lihat mama sedang butuh teman. aku cuma mau bilang, mama jangan terlalu kuatir. anak mama nanti bisa jalan kok. nggak ada yang salah dengan kakinya. sebentar lagi dia bisa berjalan, bahkan bisa berlari kabur dari rumah ketika mama suruh dia tidur siang. dia nanti akan tumbuh besar jadi anak yang baik. dia juga pintar, banyak akalnya, sampai bikin mama kewalahan.

jangan kuatir, ma. dia bukan anak lemah seperti yang dikatakan orang-orang itu. sok tau banget sih, mereka. suatu hari nanti mama akan bangga dengan anak ini. karena dia akan tumbuh jadi perempuan kuat, seperti simbah putri. seperti make. seperti mama. seperti semua perempuan di keluarga ini.

apapun yang terjadi padanya, mama nggak perlu kuatir. terperosok di lubang sedalam dan segelap apapun, dia selalu bisa keluar hidup-hidup. dia akan baik-baik saja. mama santai aja. relax..

aku tau mama setengah mati membesarkan aku. pasti semakin berat, setelah ditinggal simbah putri. terpisah dari baju besi yang selama ini melindungimu. perempuan kecil kurus ditinggal sendirian bersama seorang bayi di tengah kumpulan raksasa pasti tidak mudah. kamu terus berpikir bagaimana bayi ini bisa bertahan, bagaimana kamu bisa melindunginya, bagaimana nanti dia bisa melindungi dirinya sendiri. bagaimana anak ini bisa diterima, hidup, dan baik-baik saja.

kamu berusaha sekuat tenaga bertahan hidup untuk anak itu. aku.

aku tau. mama sangat fokus dalam peran ini, sampai mama melupakan diri sendiri. padahal mama perempuan pintar dan cerdas. perempuan sepertimu pasti punya cita-cita yang tinggi. tapi sayang saat ini kamu hidup di dunia yang tidak ramah untukmu.

terima kasih ya, sudah bertahan untuk aku. berusaha untuk aku. yang mama lakukan, dan yang tidak bisa mama lakukan, nggak pernah sia-sia, lo. dan tidak akan kusia-siakan.

semua yang mama lakukan untukku, pengorbananmu, aku melihatnya. you did a good job, raising me. πŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌ

terima kasih.
semoga ada lain kali, kita jalan-jalan ke bandung berdua lagi.





Saturday, July 4, 2020

#proventips

mungkin kamu mau dengar ini. ide dari orang yang sudah 30+ tahun selalu kena rundung di manapun berada, yang pada akhirnya mengerti juga. lol.

..

kalau ada orang yang merundungmu,

LAWAN.

katakan kebenaranmu. tatap mata musuhmu.
walaupun suaramu bergetar, tenggorokanmu tercekat, air matamu mengalir.
walau butuh usaha berkali-kali,
jangan berkedip, jangan mundur.

lawan.
jawab.
balas.
maju.

aku tau di dalam hatimu kamu tidak mau dia bisa dengar ketakutan dari suaramu, yang kecil dan bergetar. atau tiba-tiba melengking tak terkendali.
kamu tidak mau dia melihat ketakutanmu dari air matamu yang tiba-tiba mengalir meskipun kamu sudah sekuat tenaga menahannya agar tidak jatuh. atau dari pundakmu yang menegang, dan tanganmu yang mengepal.

kamu tidak mau dia tau kamu takut, karena itu berarti dia menang.
kamu tidak mau dia menang, karena itu berarti kamu kalah.

kamu takut,
jadi kamu tidak melawan.

..

lalu kamu mulai mempertanyakan kebenaranmu sendiri.

"mungkin memang aku salah,
mungkin memang dia benar,
mungkin memang aku pantas dibeginikan,
mungkin memang dia berhak."

kamu membohongi dirimu sendiri,
agar bisa bertahan.
bertahan dalam keadaan tidak melakukan perlawanan.
karena sesungguhnya seluruh jiwa ragamu ingin melawan,
tapi kamu takut.
jadi kamu terpaksa berbohong,
bilang pada diri sendiri kalau ini baik-baik saja.

..

nggak apa-apa.
waktu itu kamu hanya berusaha bertahan dengan apa yang kamu tau.

nggak apa-apa.
mereka memang menakutkan.
dan wajar saja kamu takut.

..

tapi tolong coba satu kali saja,
lawan.

tidak apa-apa mereka merasa menang, menertawaimu dengan kepuasan yang dibuat-buat.
kamu bukan sedang melawan mereka,
kamu sedang melawan ketakutanmu sendiri.

dan aku janji,
besok suaramu akan semakin besar dan kuat.
besok melihat matamu, mereka tidak akan pernah lagi bisa berpura-pura menang & pura-pura berani.

coba satu kali.
lalu besok coba lagi.
coba. coba. coba. coba terus.

..

di dalam hatiku yang terdalam aku tau
kamu adalah pemberani.
jauh lebih pemberani daripada gerombolan pengecut yang kebingungan bagaimana menghabiskan hidup dan waktunya yang membosankan.

..

dan bersama post ini juga sekalian aku umumkan kepada dunia:
TIDAK AKAN ADA LAGI, SATU MANUSIAPUN DI DUNIA INI, YANG BISA MERUNDUNG AKU. KALIAN SEMUA KOMPLOTAN MANUSIA PERUNDUNG SUDAH KALAH.

ya.
kalian semua sudah kalah dari dulu.
cuma baru sekarang aku tau itu.
:)


fuck you.
dan terima kasih pelajarannya.
terima kasih juga sudah hidup.
kudoakan kalian selamat di dunia.
lol.


Saturday, February 22, 2020

pemberani





((orang paling berani di antara orang-orang yang kukenal))

beberapa kali dalam hidupku, orang-orang mengatakan hal yang serupa. bilang kalau aku adalah orang yang pemberani. yang paling pemberani dari semua yang mereka kenal.

kadang-kadang ada masanya aku percaya apa yang mereka katakan. hoiya, mungkin benar, aku seorang pemberani. tapi sesungguhnya aku lebih sering merasa sebaliknya. kalau berlagak sok berani, memang iya. tapi kalau berani sungguhan, aku kira enggak.

aku jarang sekali merasa aku adalah orang yang pemberani. malah sering-sering yang terjadi justru aku pasti sedang takut dengan sesuatu. tapi saat ini mungkin adalah salah satu masa di mana aku menyadari bahwa aku benar-benar adalah seorang penakut. kalau aku perhatikan, sepertinya kisahku dan segala hal yang terjadi padaku saat ini, juga sedang ingin sekali membuktikan betapa sesungguhnya aku adalah seorang penakut.

rasanya seperti ada suara yang terus berteriak-teriak di telingaku: "kamu itu ternyata penakut, fen! keberanianmu cuma palsu! kalau kamu memang berani, kamu pasti sudah dapat apa yang kamu bilang kamu paling inginkan itu saat ini. tapi kamu enggak, kan? di mana kamu sekarang? di sini? bukan! kamu masih di situ! kamu jatuh, tapi kamu nggak sanggup berdiri lagi. jangankan lari. berdiri saja kamu tidak bisa. mana ada pemberani seperti itu? nangis di pojokan, merasa tidak berdaya! orang-orang paling penakut di dunia, bahkan mereka lebih pemberani daripada kamu."

dadaku memburu, ingin sekali membuktikan kalau suara-suara itu salah. aku bukan penakut, kok. aku memang yang lain-lainnya, tapi bukan penakut.

tapi semakin ingin aku membuktikannya, semakin aku bisa melihat kenyataannya.

..

ternyata begitu.
aku tidak sepemberani itu, kok.
aku ingin sekali menjadi seorang pemberani.
tapi aku bukan.

kalau di dunia ini ada orang yang dirugikan, dikecewakan, dan ditumbangkan dengan kenyataan ini,
semoga orang itu cuma aku.




Monday, February 17, 2020

maaf

apakah kamu pernah meminta maaf?
bagaimana caramu meminta maaf?

dunia ini penuh sekali dengan manusia-manusia yang tidak mau mengakui kesalahannya.

suami membuat istrinya sedih. bukan minta maaf, dia malah beliin hadiah mahal untuk istrinya. (dia yang selalu bikin salah, dia yang selalu kasih hadiah mahal, dia juga yang bilang istrinya matre. lol.)

bapak salah menuduh anaknya. bukannya minta maaf, dia malah pergi, dan lalu pulang bawa oleh-oleh makanan kesukaan anaknya.

ibu membuat anaknya kecewa. bukan meminta maaf sama anaknya, dia bersikap biasa saja seolah-olah tidak terjadi apa-apa. 

lalu kata netizen:
"ah. semua laki-laki itu memang seperti itu. masih mending ituu, dia menunjukkan penyesalan. beruntung banget kamu dapat suami romantis seperti itu.. kalau aku sih.."

netizen lainnya:
"aaaw so sweet. itu tandanya, bapak kamu tu menyesal. beruntung banget punya bapak sesayang itu sama anaknya, sampai hafal banget makanan kesukaan anaknya. kalau aku sih.."

komentar netizen berikutnya:
"astagaaa.. cuma masalah gitu aja. kamu tu sadar nggak, kekecewaan kamu itu tidak sebanding dengan rasa sakit melahirkan & pengorbanan ibumu membesarkan kamu selama ini! masih beruntung kamu punya ibu. coba tu liat anak-anak yang nggak punya ibu.."


........


aku?
ternyata aku juga sama saja seperti mereka.

aku sebelum ini dikenal sebagai orang yang sering sekali meminta maaf. setiap aku berbuat kesalahan sekecil apapun, selalu otomatis terucap: "maaf."
aku terlambat datang, aku bilang: "aduh maaf."
aku janji tapi nggak kutepati, aku bilang: "maaf ya,"
bikin orang lain sedih kecewa marah, aku pasti bilang: "maaf.."

aku bilang maaf,
tapi besoknya aku masih datang terlambat.
aku sudah bilang maaf,
tapi besoknya enteng saja bikin janji tanpa pikir panjang.

aku kan sudah bilang maaf,
jadi kalau dia masih sedih kecewa marah ya aku bisa apalagi. kan aku udah minta maaf. namanya juga manusia. tempatnya salah dan lupa.

ew.

fen..

untung ya, tuhan itu maha sabar..
dia nggak bilang "ew", ketika lagi-lagi aku bilang: "astagfirullaaah" setelah mengulang kesalahan untuk yang ke seribu enam ratus tujuh puluh sembilan kalinya.


........


apakah kamu pernah meminta maaf?
bagaimana caramu meminta maaf?

menunjukkan penyesalan itu bagus sekali,
tapi setelah meminta maaf dengan baik.

meminta maaf itu baik sekali,
tapi kalau kamu benar-benar mengerti, kenapa kamu harus minta maaf.