Saturday, January 1, 2022

day 2

hari ke dua tanpa orin. dari kemarin rasanya seperti ingin muntah, tapi seperti perut nggak ada isinya. aku bertanya pada diri sendiri apa aku sedang lapar? tapi aku ingat kalau baru saja sejam yang lalu aku makan nasi padang nasinya seperempat. 

aku berhenti sebentar untuk merasakan aku ini sebetulnya sedang merasa apa? apa benar aku lapar? aku menggambarkannya ke basuki sebagai: :"bukan lapar. tapi rasanya seperti tiba-tiba ada lubang besar di dalam dadaku yang ingin aku isi." kata basuki tiap hari dia merasa begitu. aku bilang "loh menderita sekali kamu, aku merasa begini cuma ketika patah hati." sekelebat aku ingat sampul buku deepak chopra: what are you hungry for, yang aku cuma baca isinya sampai mungkin halaman tiga. aku berpikir, apa mungkin isi bukunya tentang ini?

aku ngantuk dan capek sekali. tapi aku takut untuk tidur. selama ini aku selalu membanggakan diriku sebagai manusia yang mudah tidur dalam keadaan apapun, tapi nyatanya sekarang aku takut tidur. aku takut tidur karena aku takut menghadapi saat-saat sebelum tidur, dan saat-saat setelah bangun tidur. sebelum tidur rasanya tersiksa sekali karena pikiranku ke sana kemari berusaha mengingat semua yang terjadi dan memikirkan segala kemungkinan: apa yang sebetulnya terjadi kemarin? apakah kalau kemarin aku mengubah ini dan itu, hari ini orin akan masih hidup? lalu aku dilanda perasaan bersalah yang sangat besar. apakah seharusnya aku kemarin begini begitu? apakah karena salahku dia mati?

sesaat setelah bangun tidur tidak kalah menyiksa. rasanya seperti mesti mengulang lagi saat pertama kali mengetahui orin sudah mati. uh sakitnya tak tertahankan.

basuki terus-terusan bilang aku mestinya coba tidur aja. aku akhirnya mencoba tidur tapi ya tentu tidak bisa padahal sebenarnya ngantuk sekali. basuki tertawa melihat aku yang diam saja, dia kira aku sedang tidur, tapi ternyata mataku melotot. akhirnya aku memilih menghabiskan waktuku untuk menggugat tuhan. 😂

aku protes kenapa tuhan menciptakan aku dengan spek minimal, tapi dia kasih aku soal susah-susah banget terus-terusan. apa dia lupa spek ku itu seperti apa? atau ini cuma karena salah input data? tapi masa tuhan kok bikin salah? aku nggak ngerti. aku ini manusia sangat biasa saja yang sedang mati-matian belajar jadi manusia baik-baik, kenapaaa deh ya allah dicobain melulu. tu liat manusia bangsat sombong psikopat, bisa leluasa sampai TIGA KALI BUNUH KUCING di lingkungan rumahnya dan sampai sekarang nggak ada konsekuensinya itu gimanaaaaaaa itungannyaaa ya allah.

...

kata gus baha, manusia paling bahagia di dunia adalah manusia yang tidak pernah menggugat tuhan. lo ya jelas. orang itu tidak menggugat tuhan kan KARENA DIA SUDAH BAHAGIA. kalau udah bahagia masih menggugat tuhan itu namanya manusia serakah.

tapi setelah aku pikir-pikir lagi. lo ya aku dong, manusia yang serakah itu? aku udah dipinjemin orin dua tahun, bukannya makasih, yang punya mau ambil lagi miliknya kan ya mestinya aku serahkan dengan suka cita. terima kasih ya allah aku udah dipinjemi kucing terbaik di dunia. selama dua tahun ini aku mendapat banyak sekali berkah melalui dia. aku menerima perpisahan dengannya, seperti aku menerima engkau pertemukan aku dengannya. - bukannya: "KENAPAAA YA ALLAAAAH KOK KAMU AMBIL LAGI MILIKMU YANG UDAH KAMU PINJEMIIIN?" nyamuk-nyamuk yang lihat aku begitu pun bisa-bisa nyautin: "ya suka-suka dia, lah!" sambil menepuk jidat mereka masing-masing.

padahal tu kemarin aku otomatisasinya oke banget lo. pertama tau orin mati, aku gendong dia dengan tenang. bilang sama basuki: "udah sana kamu berangkat meeting dulu, i got this." aku sempat line dia, bermaksud memastikan dia baik-baik saja, nggak panik di jalan. 

aku juga tau kematian ini berarti takdirku sama orin di sini cuma sampai saat ini. bahkan waktu teman-temanku marah ada manusia pembunuh kucing, aku bisa bilang: "biarin itu urusannya dia. orin bukan punyaku. biarin nanti orang itu berurusan dengan pemiliknya orin." (yang jelas-jelas jauh lebih berdaya dari pada aku).

tentu aku juga pernah menggugat tuhan sebelumnya (karena masalah yang lain lagi 😐), dan selalu dijawab: kamu nggak ngerti. aku lebih ngerti. dan kamu hanya bisa berusaha mengerti sampai batas tertentu, itu yang dinamakan menerima takdir sebagai manusia. selanjutnya yang kamu butuh adalah percaya. kecerdasan pikiran bisa membawa kamu jauh, tapi tidak sejauh itu. 

yang begitu itu mungkin ya, yang orang sebut-sebut sebagai surrender..

..

lalu baru hari kedua, sudah ambrol semua gini, ya harap maklum. aku spek imannya kalaupun ada ya cuma tipis. nggak bisa dibandingin sama gus baha.

kalau tuhan, ya sudah tentu seperti biasanya selalu baik sama aku meskipun aku gugat terus. yang aku minta tadi, diberi bahkan sebelum aku selesai menulis entry ini. terima kasih. terima kasih. terima kasih. lain kali aku pasti minta-minta lagi.

Friday, December 31, 2021

satu-satunya yang ke tiga (bagian satu)

aku pikir-pikir lagi, meskipun penuh dengan derita 😂, hidupku ini penuh keberuntungan juga. seumur hidupku hingga saat ini, tiga kali aku bertemu dengan sosok yang bisa membuat aku merasa: dilihat + didengar + diterima seutuhnya + dicintai tanpa syarat apapun. tiga kali aku bertemu dengan satu-satunya:

1. mak-e (manusia, kakaknya mamaku). meskipun aku baru menyadari kalau dia satu-satunya, 10+ tahun setelah kematiannya.

2. kimi (kelinci). aku sadar dia satu-satunya di satu tahun terakhir kehidupannya.

3. orin (kucing). aku langsung tau dia satu-satunya sejak pertama kali aku melihatnya. meskipun sayangnya, pertemuan kami singkat saja rasanya.

aku nggak tau untuk manusia lainnya. tapi untuk manusia seaneh aku, merasa benar-benar dilihat didengar diterima sebagaimana adanya adalah kemewahan. setiap pertemuan dengannya adalah cinta kasih yang berwujud berupa. setiap waktu yang berlalu dengannya adalah berkah yang tak terkira.

dicintai. aku merasa dicintai.

dan aku merasa terhubung. seperti jiwa kami terikat. kuat.

sayang sekali, mereka semua pergi dengan tiba-tiba. mungkin begini rasanya, menemukan sesuatu yang sangat berharga, satu-satunya, dan lalu beruntung dipinjami sebentar. ketika saatnya diambil lagi, rasanya hati ini seperti dirampok. seperti ada bagian besar hati ini yang dicerabut paksa & tiba-tiba hanya terdapat ruang kosong. tiba-tiba sakit dan sunyi, tapi kamu juga kehilangan konteks terhadap waktu, dan ruang, dan realita. meskipun aku paham, iya mereka bukan milikku. aku hanya dipinjami. tapi kenapa diambil terlalu cepat.. dan kenapa sangat tiba-tiba?

kemarin itu seperti ada tsunami. hari ini aku terbangun lalu aku melihat sekeliling: hanya aku yang hidup. sendirian.

..

dulu waktu kimi mati, aku merasa seperti jalan hidupku tiba-tiba dihadapkan pada jurang yang sangat dalam. aku bingung bagaimana aku bisa melanjutkan perjalanan? dia adalah satu-satunya. setelah kematiannya, setiap hari aku menulis surat untuknya selama dua tahun. ditulis tangan, di atas kertas, dan masing-masing aku masukkan di amplop yang tersegel. aku pikir hanya dengan begitu aku bisa melanjutkan hidup. di hari kematian kimi, aku bilang sama basuki:" aku nggak akan pernah bisa ketemu lagi, yang cinta sama aku seperti kimi mencintaiku. karena mana mungkin, manusia bisa menang lotere dua kali? manusia di dunia sangat banyak. mana mungkin aku bisa seberuntung itu: bertemu cinta sejati - lagi."

..

dulu sekali, waktu aku masih kecil, aku sangat suka kucing. atau mungkin bukan 'suka' kata yang tepat. aku merasa terhubung dengan kucing liar. seperti aku bisa memahami mereka. aku adalah mereka. setiap kali aku melihat kucing liar di jalan, hatiku seperti teriris-iris kesedihan yang dasyat. aku tidak mengerti kenapa bisa begitu. aku sampai merasa sangat terganggu dengan perasaan itu, hingga pada suatu hari di dalam mobil di perjalanan ke rumah nenek teman kuliahku di bali, aku berdoa kepada tuhan: "tolong hilangkan rasa cintaku ke kucing, atau jangan pernah lagi pertemukan aku dengan kucing liar."

seingatku sejak saat itu, tidak pernah lagi aku bertemu dengan kucing liar. kalaupun bertemu hewan liar, aku lebih sering bertemu anjing. & bertemu anjing liar itu, rasanya tidak mengiris hati seperti bertemu kucing liar. aku senang bertemu mereka, sampai suka sekali bawa makanan anjing ke mana-mana meskipun tidak punya anjing. 

sampai bertahun-tahun kemudian aku bekerja di jakarta, aku berteman dengan orang-orang yang sangat tidak suka kucing. aku sangat suka pada teman-temanku, sampai aku meyakini bahwa aku pun tidak suka kucing lagi. bahkan aku bertanya-tanya; kok bisa ya dulu aku suka kucing? mereka kan sama sekali enggak lucu. (kayaknya aku bahkan pernah nulis di blog tentang ini). di saat-saat itu, aku mulai melihat kucing-kucing liar lagi, tapi aku tidak merasa sedih lagi ketika melihat mereka. sekarang aku pikir-pikir lagi, oh itu ya, caraku dan alam raya membentengi hatiku dari rasa sakit bertemu kucing liar? membangun tembok yang tinggi, dan tebal, dan kuat - selama bertahun-tahun.

...

3 tahun setelah kematian kimi, rumahku kedatangan kucing liar. waktu itu aku bilang sama dia: "akutu nggak suka kucing lagi, lo. ngapain kamu ke sini? aku ini bukan cat person." 😅 aku bilang begitu sama dia, tapi aku biarkan saja dia setiap hari masuk ke dalam rumah & duduk di kursiku. aku bahkan namai dia: manohara. dia datang setiap hari padahal aku enggak kasih dia makan. aku bilang sama dia: "aku punyanya makanan anjing." tapi pada suatu hari aku menemukan diriku sendiri membeli makanan kucing untuk manohara.

14 februari 2018, manohara datang dan duduk lama sekali di pangkuanku. sambil mengelus punggungnya, dalam hati aku bertanya-tanya pada diriku sendiri, apa iya aku mau mulai cinta lagi sama kucing? apa aku sudah siap dengan sakitnya?

hari itu, hari terakhir kami bertemu.


(bersambung)




menulis cerita ini, tiba-tiba aku ingat beberapa waktu yang lalu seorang teman bertanya: "menurutmu, apa mungkin di kehidupanmu sebelumnya kamu adalah stray cat?" padahal dia enggak tau ceritaku dengan kucing ini, lo. (tapi sih dia tarrot reader 😐)


baca terusan ceritanya di sini.

Wednesday, November 18, 2020

testimoni

bismillaahirrohmaanirrohiim.


tuhan, 

entah engkau ada atau tidak, aku sudah memutuskan bahwa engkau ada.

entah engkau berkuasa atau tidak, aku sudah memutuskan bahwa engkau yang terkuat.

entah engkau maha pengasih & penyayang atau tidak, aku sudah memutuskan bahwa engkau adalah kasih dan sayang.

entah engkau mencintaiku atau tidak, aku memutuskan bahwa engkau mencintaiku lebih dari apapun yang bisa mencintaiku.

entah engkau bisa dan mau melihatku atau tidak, aku sudah memutuskan bahwa aku dilihat.

entah engkau bisa dan mau mendengarku atau tidak, aku sudah memutuskan bahwa aku didengar.

entah itu engkau atau bukan yang berbicara kepadaku setiap hari, aku sudah memutuskan bahwa itu engkau yang berbicara padaku dengan bahasa-bahasa yang bisa aku mengerti.

entah aku cukup atau tidak bagi-mu, aku sudah memutuskan bahwa aku cukup.

mungkin butuh seumur hidupku, atau semilyar dikali seumur hidupku untuk aku akhirnya berhenti bertanya-tanya apakah apakah apakah..

tapi hari ini, walaupun dengan segala keterbatasanku untuk bisa melihatmu, mendengarmu, merasakanmu, pikiranku dan badanku sudah bersepakat,

aku percaya diri

aku percaya kamu.

hari ini kuletakkan hatiku di atas tanah lapang yang berkerikil berdebu,

dan kuserahkan

kepada-mu.

Saturday, November 7, 2020

kalau kamu

sini sini sini. mumpung aku sedang percaya diri, aku kasih kamu tips untuk mengalahkan aku:

1. kecepatanmu dalam melakukan apapun itu yg kamu rencanakan, harus lebih tinggi daripada kecepatanku belajar.

2. kemauanmu dalam apapun itu yang kamu rencanakan, harus lebih besar daripada kemauanku menanggung rasa sakit.

3. kepercayaanmu terhadap dirimu sendiri, harus lebih besar daripada kepercayaanku terhadap diriku sendiri.

seminimaaal mungkin kalau kamu memang mau menang lawan aku, kamu harus punya yang terakhir itu.

tapi aku udah pernah bilang, kan. mestinya kamu jadikan aku teman, jangan lawan. karena, "malaikat juga tauu, akuuu yang jadiii juaranyaa.."

lol.

Tuesday, October 13, 2020

fenty beauty

pagi ini aku dapat mention seperti ini, dong.

senang sekali bacanya. walaupun ini bukan pujian untuk aku ya, sebetulnya. hahaha. pujiannya ya buat mamaku yang kasih aku nama, tapi aku tetap senang. atau sebetulnya lebih ke lucu rasanya, karena baruuu banget tadi malam sebelum tidur aku menyadari kalau sebetulnya baru beberapa tahun terakhir ini saja aku benar-benar suka namaku, dan bersyukur namaku fenty. trus habis malemnya mikir gitu, pagi ini tiba-tiba ada yang nulis begini, kan lucu. hahahah. keajaiban untuk hari ini.

namaku fenty, tapi sebetulnya jarang orang panggil aku fenty. orang-orang panggil aku: momocan, beti, fefen, epen, mingming, monster, riri. --- eh, sebelum rihanna fenty ditemukan, 20 tahun lalu di sma aku udah dipanggil riri lo, oleh beberapa teman. bahkan sampai sekarang ada yang masih panggil aku riri. niii buktinya kalau nggak percaya: 😝


ternyata aku punya banyak panggilan kesayangan, ya. hahahah. selama ini aku senang orang panggil panggil aku dengan panggilan sayang sayang karena (yang banyak orang tidak tau) sebetulnya aku tidak terlalu suka namaku. aku sudah lupa kenapa dan sejak kapan aku tidak suka namaku. yang kuingat, dulu aku memang selalu diejek karena namaku fenty. kadang dipanggil, "hey fenty nur, penyanyi dangdut!" kadang dibilang, "fenty tu terlalu keren namanya, kayak nama orang kota. mestinya namamu pentil!"

tidak sedikit orang yang panggil aku bakmi pentil, pentil sepeda, dll dst dsb. orang-orang lain diejek karena nama bapaknya, aku diejek karena namaku sendiri, dan itu bukan karena namaku jelek. tapi karena namaku kebagusan! hahahah.

tapi mungkin juga sebetulnya bukan aku tidak suka namaku, tapi lebih karena asosiasiku terhadap namaku sendiri sedari kecil adalah hal yang menyakitkan. perundungan. penolakan. aku ingat dulu pernah protes ke mamaku. "kenapa sih ma, aku dikasih nama fenty?" 

aku percaya kata-kata mereka, kalau nama fenty terlalu bagus untuk aku. aku pikir 'ketidak-sesuaian' itu, yang membuat aku selalu dirundung. apalagi kata mama, sebelumnya aku mau dikasih nama febri. aku selalu menyesalkan kenapa sih, nggak pakai ide awal saja? kurasa febri nama yang lebih normal. lebih cocok buat aku. lebih aman.

aku juga pernah 'protes' sama papaku karena kenapa di antara teman-temanku di rumah, di sekolah, cuma aku sendiri yang panggil ibu bapakku dengan sebutan mama papa, sedangkan semua temanku panggil orang tua mereka ibu bapak. jadinya aku sering sekali diejek "heeey mamah mamah gedaaang!", yang setelah aku dewasa baru aku paham kalau maksudnya itu kunyah kunyah pisaaaang.. hahahah. astagaaa. dulu tiap ada yang ngejek mamah gedang tu aku bingung maksudnya apa sih kok semua orang ketawa.

..

mama papaku adalah orang-orang dengan ambisi besar. itu kenapa mereka menyebut diri mereka mama papa di saat semua orang di sekelilingnya menyebut diri mereka ibu bapak. dan menamaiku fenty, nama yang dianggap terlalu  ̶a̶n̶e̶h̶ bagus untuk orang-orang di sekeliling kami. sampai aku menganggap kalau nama fenty adalah alasan penderitaanku. hahahah.

orang-orang seperti aku, yang terlalu sering dirundung, akan terus-terusan mencari apa salahku apa salahku apa salahku, karena berpikir tidak mungkin di dunia ini ada orang yang membenci dan menyakiti orang lain tanpa alasan. akupun mencari-cari alasan kenapa mereka benci sekali sama aku, apa mungkin karena namaku?

tapi sekarang aku percaya kalau kadang dalam hidup, kita akan ketemu saja dengan manusia yang selalu bisa menemukan cara untuk menyakiti orang lain, meski dengan atau tanpa alasan sekalipun. dalam hidupku, kebetulan memang orang model begini ini jumlahnya rada ekstra. hahahah. dan sepertinya aku sekarang sudah mulai mengerti alasan kenapa aku selalu dipertemukan dengan orang-orang seperti ini, meskipun aku tau perjalananku masih sangat panjang.

kemarin malam aku nemu ini:

:)

..

3 tahun lalu, rihanna mempopulerkan merek fenty. rihanna yang nama panggilannya juga riri, trus kebetulan pun dia pisces. uuuu. trus gimana nggak seneng, kalau sekarang tiap ada challenge di twitter "cari GIF atau image dengan namamu.", GIF & foto yang aku dapat selalu keren gara-gara dia. hahahah.

tapi bukan rihanna kok, yang bikin aku mulai suka dengan namaku. 

tapi cerita tentang ini, mungkin akan kuceritakan lain kali saja.

Monday, October 12, 2020

pada hari aku terbangun dari mimpi yang sangat panjang.

aku terbangun dari tidurku, dan

aku tidak tau aku sedang berada di mana.

hening lalu

gelap. di sekelilingku hanya ada gelap.

mataku tidak terbiasa berada di kegelapan-

sebelumnya di dalam mimpi, duniaku terang benderang,

sedangkan gelap ini seperti benda padat yang berat.

aku tidak bisa bernapas.

panik.

aku tidak bisa bernapas.

maukah kau pinjamkan matamu sebentar?

agar ku dapat melihat cahaya.

dan mengambil sedikit udara.

time out

kenapa sih, orang-orang (dewasa) selalu ketakutan melihat orang (dewasa) lain menangis?

padahal sebagai menusia yang hidup di bumi ini, menangis adalah sebuah kewajaran. normal. lumrah. biasa saja. semestinya yang wajar itu, seperti ketika pertama kali kamu lahir ke bumi, orang-orang khawatir justru kalau tidak mendengar tangisanmu.

jadi kalau ada manusia lain yang tiba-tiba menangis tanpa (kamu tau) sebab (nya), tidak perlu lah, lalu berasumsi kalau dia menangis karena kamu, atau bahkan tangisannya ada hubungannya dengan keberadaanmu di dunia ini. kamu itu manusia, bukan matahari. di dunia ini ada banyak sekali hal yang bisa ditangisi selain kamu.

kecuali kamu adalah manusia keji yang di mana-mana kerjanya memang selalu membuat orang lain menangis, tenang sajalah tiap ada manusia lain menangis. tidak perlu panik memikirkan aduh bagaimana ini caranya supaya dia berhenti menangis?! apalagi malah marah-marah & senewen (LOH INI KENAPA SIH, MALAH LEBIH ANEH LAGI DEH, KAMU). 

biarkan saja dia memproses perasaannya. semua yang bisa kita rasakan itu SAH. kamu nggak bikin dia sedih, tapi dia sedih karena kamu saja sah, kok. apalagi sedih yang nggak ada hubungannya sama kamu. kenapa jadi kamu yang rewel? kenapa kamu harus selalu mengambil momen milik orang lain untuk kamu  jadikan momenmu sendiri?

kalau kamu adalah manusia yang sama sekali tidak bisa diam, tanya saja kamu bisa melakukan apa untuk dia. kalau dia bilang pergi, ya pergi. kalau dia bilang nggak ada, ya cari kegiatan lain selain mengganggu, apa tidak bisa? kalau kamu adalah manusia kepo yang haruuus banget tau segalanya, kamu selalu bisa mencari tau NANTI.

tapi sebelumnya coba kamu tanya dulu sama dirimu sendiri: sebetulnya yang kamu khawatirkan itu dia, atau dirimu sendiri?