Saturday, August 20, 2022

2. high priestess

be careful what you wish for. 

menurut kamus merriam-webster:

Definition of (be) careful what you wish for

used to tell people to think before they say that they want something and to suggest that they may not actually want it

tapi menurutku, hati-hati dengan apa yang kamu harapkan itu bukan karena yang kamu inginkan itu mungkin salah & akan menjadi sesuatu yang kamu sesali, atau ternyata tidak kamu inginkan. tapi lebih pada, kamu belum tau keseluruhan dari apa yang kamu inginkan itu. 

tapi, apa sih di dunia ini yang kita sudah tau keseluruhannya sebelum kita memilihnya? kan nggak ada. hidup saja kita nggak tau nanti akhirnya seperti apa. tapi kan ya kita tetap pilih hidup. kan? (KAMU MEMILIH HIDUP, KAN?) semua yang aku pilih banyak yang ternyata mengejutkan, mengecewakan, menyakitkan, menyedihkan. tapi tidak ada yang aku sesali.

dulu aku sempat berpikir, enak ya jadi dukun. dia tau hal-hal yang kebanyakan orang tidak ketahui. gimana coba rasanya jadi orang seperti itu? pasti rasanya sangat powerful. knowledge is power, katanya.

ternyata enggak sama sekali. justru sebaliknya.

menjadi orang yang tau lebih banyak dari orang lain itu sering-sering justru rasanya sangat-sangat melemahkan. seperti tidak bisa berbuat apa-apa.

inner knowing. ada yang bilang karena aku punya inner knowing itu makanya orang sering sekali menceritakan masalah-masalahnya kepadaku (walau aku pikir sebetulnya lebih karena aku nggak suka nggosip, jadi rahasiamu aman kubawa mati - atau hilang, karena besokannya aku udah lupa 💩)

tapi, ya. uuuuuugh. tiap orang cerita tentang masalahnya, sering-sering aku tau apa yang sebetulnya terjadi, apa yang akan terjadi kalau dia melakukan apa, apa yang dia sembunyikan, apa yang sebetulnya dia inginkan (biasanya ini nggak diceritain), rasanya kayak aku bisa lihat zoom in sekaligus zoom outnya gitu lo. dan karena:

1. aku tau apa yang paling dia inginkan sesungguhnya, meski aku tau apa yang 'sebaiknya' dia lakukan.

2. aku tau dia akan tetap melakukan apa yang dia inginkan, bukan yang sebaiknya dia lakukan.

3. aku tau ini adalah ceritanya dia, bukan ceritaku. perjalanannya dia, bukan perjalananku. dia harus mengalami apa yang dia mesti alami, & kadang insight dari aku meski 'benar', justru akan menjauhkaan dia dari pelajaran yang semestinya dia terima. (dan harus dia terima, karena kalau tidak, justru dia akan mengulang pelajaran yang sama di kemudian hari.)

rasanya seperti mengetahui di depan sana ada jurang, tapi aku nggak bisa bilang sama dia. karena dia memang mesti masuk jurang, jadi aku bilangpun, dia (biasanya) tidak akan mau mengubah arahnya. aaargh rasanya frustasi sekali.

..

tapi setelah aku pikir-pikir lagi, mungkin aku tau kenapa sesungguhnya tuhan beri aku kemampuan ini. ini pelajaranku juga. aku mesti belajar percaya bahwa segala yang terjadi itu terjadi untuk kamu, bukan pada kamu. aku mesti belajar melihat kasih sayang tuhan pada setiap peristiwa, karena meski aku menganggap masuk jurang itu buruk, biasanya bukan itu yang sesungguhnya terjadi. karena aku hanya melihat lebih banyak, bukan melihat semuanya. aku mesti belajar untuk fokus pada perjalananku sendiri, bukan perjalanan orang lain.

lagipula, mungkin ini cara menyayangi yang sesungguhnya. menemani, bukan mengarahkan. dulu aku pikir menemani orang masuk jurang itu aku mesti masuk jurang juga. ternyata enggak.

jadi kalau kamu tau aku tau, dan kamu bilang: "ayolaaah kasih tau apa yang kamu lihat. AKU TAU tadi kamu lihat sesuatu." dan aku bilang, "enggak. aku nggak lihat apa-apa." itu karena itu.



Friday, August 5, 2022

cerbung kucing - bagian 2

baca bagian 1 di sini.

sampai malam kutunggu, dan sampai beberapa hari berlalu, kristina hendriks tidak pernah datang lagi. hari ketika aku menyadari dia ternyata kucing mama, itu jadi kali terakhir aku melihatnya. dia sudah pindah bersama bayi-bayinya yang lain, dan meninggalkan satu bayinya di sini. apa dia lupa, kalau ada satu anaknya yang tertinggal? atau dia memang sengaja meninggalkannya di sini?

awalnya aku berencana mau merawat kristina sampai dia bisa makan makanan padat saja & selanjutnya akan menyerahkannya untuk adopsi, jadi aku sangat berusaha bagaimana caranya agar hati kami tidak terikat. ha ha ha. tentu saja gagal. lagipula kok bisa sih, ada orang yang berpikir kalau dia bisa merencanakan kapan dia akan jatuh cinta sama siapa?! hati sendiri saja tidak bisa aku kendalikan, kok mau mengendalikan hati makhluk lain.💀 

kristina mengikutiku ke mana-mana. kalau malam, dia tidak mau tidur sendiri kalau tidak tidur di atas baju bekas aku pakai, dan tiap pagi bangun tidur, dia 'menyusu' di perutku (sampai sekarang! padahal dia sudah besar). dan ya begitu saja terjadi, aku jatuh suka.

..

kristina tumbuh menjadi seekor kucing yang percaya diri dan aneh. aku merasa dia sangat berbeda dengan kucing lain, karena ketika kami berkomunikasi, kuperhatikan dia tidak melihat mataku seperti kucing-kucing lainnya. selain itu, dia juga suka melakukan gerakan-gerakan aneh, bisa melihat hantu, dan beberapa kali mengalami anxiety attack. 

serangan panik selalu terjadi setelah magrib, ketika dia bermain di luar rumah. tiba-tiba dia akan berlari masuk ke dalam rumah dengan sangat kencang, & tidak akan berhenti berlarian ke sana ke mari kalau tidak dipeluk dengan erat. ketika memeluknya, terasa sekali kalau jantungnya berdebar keras sekali, badan sangat panas, & napas pendek-pendek dengan lidah menjulur keluar seperti anjing. 

dan setiap kali terjadi, entah kebetulan atau bagaimana, besoknya selalu ada binatang yang mati di sekitar sini. 

waktu pertama kali kristina kena serangan panik, besok paginya ada kucing mati tertabrak di jalan depan rumah. dan serangan yang terakhir terjadi kemarin di malam idul adha sebelum penyembelihan sapi. 

aku kan jadi kepikiran, JANGAN-JANGAN KRISTINA BISA MELIHAT MALAIKAT MAUT LEWAT?


-bersambung-



Wednesday, August 3, 2022

cerbung kucing - bagian 1

aku mau cerita tentang kucingku, kristina. nama lengkapnya kristina yin. kristina itu nama marga, karena dia lahir dari seekor mama kucing bernama kristina hendriks.

..
waktu itu aku masih tinggal di b113. kami baru saja pindah, jadi kucing-kucing juga sedang menyesuaikan diri. bolu si kucing 0 (cat zero: mama & nenek semua kucing di rumah), sering kudapati beradu mulut di atas tembok pekarangan belakang rumah, dengan seekor kucing putih abu-abu yang mukanya mirip banget sama tetanggaku, pak hendrik. maka dari itu awalnya aku kira dia kucing jantan, karena mukanya sama persis dgn pak hendrik. (benerannn, nggak bohong. waktu basuki aku liatin foto mukanya kristina hendriks, dia juga langsung: "OOOIYAA BENER MUKANYA KAYAK PAK HENDRIK! HAHAHA..")

entah karena proyeksi dendam pribadiku sama pak hendrik, atau memang niat baik ingin menolong bolu, ketika mereka berantem, aku selalu menembaki kristina hendriks dengan pistol air, yang selalu aku akhiri dengan gestur jari telunjuk & jari tengah bolak-balik menujuk mataku dan matanya: "awas, ya! kalau kamu gangguin kucingku lagi."

seperti itu terjadi setiap hari sampai pada suatu pagi aku melihat kristina hendriks memindahkan bayi-bayi kucing di atap rumah tetangga. "LAHHH! TERNYATA DIA KUCING MAMA JUGA?! aku kira dia kucing jantan.." aku merasa sangat bersalah selalu menembaki dia dengan pistol air. padahal dia sedang mempertahankan teritorinya, karena di situ kan dia sudah tinggal lebih dulu dengan bayi-bayinya, sampai tiba-tiba kami datang. pantas saja bolu bilang dia enggak mau tinggal di situ karena ada kristina hendriks. aku kira dia takut. ternyata karena respek dengan perjanjian teritori kucing perumahan. aku bahkan bilang sama bolu: "kenapaaa kamu nggak mau tinggal di sini?! kamu takut sama dia, bol?! jangan mau ngalah sama cowo gitu aja! lawan bol, nanti aku bantuin!" inilah pelajaran yang berharga, gaes. makanya kalau jadi teman jangan suka asaaal kasih unsolicited advice padahal nggak ngerti duduk permasalahannya. sotoy banget!!

hari berikutnya, aku bangun jam 4 pagi dan mendengar bayi kucing menangis dari pekarangan rumah kosong di sebelah. aku membatin, oh itu pasti bayinya kristina hendriks. hingga siang, bayi masih menangis terus keras sekali, dan mamanya tidak juga datang menjemput. sebetulnya aku kuatir bayi kepanasan & kehausan, karena siang itu matahari terik sekali. apalagi dia sudah menangis dari jam empat pagi sampai jam 12 siang! pun sepertinya sebentar lagi akan hujan. tapi dalam hati aku masih berharap mama kucing akan datang menjemput anaknya yang tertinggal.

tidak tega, akhirnya kami minta tolong pak supri (satpam kompleks) untuk memanjat & mengambil bayi kucing itu. aku pikir, gpp lah sementara aku ambil dulu. nanti kalau kristina hendriks datang, aku bisa kembalikan sekalian minta maaf atas kesalahanku. 

"cuma ada satu, bu" kata pak supri sambil menyerahkan seekor bayi kucing berwarna putih dengan garis hitam tipis di jidat seperti harry potter, yang bahkan matanya saja belum terbuka. betul saja setelah bayi diserahkan, hujan turun deras sekali.

-bersambung-



Thursday, July 14, 2022

bunga tidur itu berwarna kuning

15 tahun terakhir ini, aku selalu bermimpi tentang satu orang ini. ya sebetulnya nggak selalu, sih. tapi cukup sering untuk orang yang aku sudah tidak pernah ketemu lagi dengannya, nggak pernah ngobrol, & (sesadarku) nggak pernah aku pikirkan lagi. jarak kami di bumi pun tujuh ribu sembilan ratus delapan puluh kilometer jauhnya. (beneran, aku udah googling barusan.)

mimpi tentang dia datangnya random saja. ini bukan orang yang aku pikirkan siang, trus malamnya dia datang melalui mimpi. pun biasanya, setelah bangun tidur aku sudah lupa tadi mimpinya tentang apa. aku cuma ingat tadi ada dia.

beberapa hari lalu, akhirnya aku ceritakan tentang hal ini di grup whatsapp mantu idola. (idolanya dicoret karena ada satu anggota yang akhirnya nggak denial lagi kalau dia memang bukan mantu idola mertua. hahahahahah. yang namanya asumsi tu kan beda ya, sama kenyataan. lol. ingat kata doktor ramani: radical acceptance. :')) )

salah satu anggota grup bilang, "kamu ada utang kali pen, sama dia. coba diinget-inget, jangan-jangan kamu pernah janji apa?” aku penasaran. aku tau aku nggak suka bikin janji. misal mau googling tafsir mimpi pun juga gimana caranya? aku aja nggak ingat mimpinya tentang apa. besoknya aku nonton video tentang mimpi. di situ naratornya bilang, mimpi itu bisa memberi kamu informasi melalui rasanya. apa yang kamu rasakan ketika bangun tidur?

aku ingat-ingat lagi apa yang aku rasakan selama ini setiap bangun dari mimpi bertemu dia. seketika informasi berdatangan dengan sangat cepat, sampai akhirnya aku menyadari satu hal yang sangat penting. bahkan bisa jadi ini inti dari semua yang aku alami selama 15 tahun terakhir ini. bahkan 23 tahun terakhir - sebelum aku bertemu dengan dia!? eeeh tunggu. 23 tahun lalu kami sudah bertemu! hanya belum kenal.

oh jadi itu kenapa dia selalu datang melalui mimpi.. bahkan tanpa bertemu pun, seseorang masih bisa membantu aku menyadari sesuatu yang sangat penting. ajaib. ajaib bagaimana setiap manusia yang ditemui selalu membawa sesuatu yang berharga. khusus untuk kamu.

terima kasih. mungkin suatu saat nanti kalau ada kesempatan kita bertemu lagi, aku bisa menyampaikannya secara langsung. tapi untuk saat ini, aku sampaikan saja segala rasa melalui doa pagi ini. aku yakin doanya sampai. meski terpaut jarak tujuh ribu sembilan ratus delapan puluh kilometer sekalipun.

semoga begini cukup.



patience tydack sama dengan RADICAL ACCEPTANCE

 catatan penting dari doktor ramani:


DON'T DEFEND

DON'T ENGAGE

DON'T EXPLAIN

DON'T PERSONALIZE.


udara

aku lupa tahun berapa. tapi bulannya september. kalau tidak salah, waktu itu adekku allan masih smp. dia berulang tahun. aku tau dia sedang sangat suka mendengarkan musik band jamrud di radio. jadi aku tau kalau dia pasti akan senang sekali kalau dapat kado ultah kaset jamrud. tapi aku (yang waktu itu berpikir kalau aku mesti jadi kakak yang baik dan bertanggung jawab) malah beliin dia kaset nugie. HAHAHAHAH. kalau diceritain lagi gini memang kedengarannya jadi absurd banget, ya.. dari lagu tentang memasang alat kontrasepsi di tengah sawah, jadi lagu tentang menyiapkan secangkir teh yang hangat (di tengah sawah juga lo, menurut videoklipnya). hahahah. 

bahkan dari sebelum memberikan kado itu, aku sudah merasa kalau yang aku lakukan waktu itu salah. tapi berpuluh-puluh tahun kemudian baru aku tau kenapa keputusan itu salah.

..

hari ini aku bertanya pada seseorang yang sangat senang memberi sesuatu yang tidak aku senangi, dan sering-sering tidak aku butuhkan - hanya karena menurut dia, "ya begini ini cara aku mencintai." meskipun sudah berkali-kali aku menjelaskan dengan hati-hati (dan kadang tidak hati-hati): "bukan dengan itu aku bisa merasa dicintai." bukan itu yang aku butuhkan.

"kamu tu mau aku tau kalau kamu cinta sama aku, atau kamu mau aku merasa dicintai? karena menurutku itu adalah dua hal yang berbeda."

kalau kamu pilih yang pertama, kamu tidak akan mendapat apa-apa. (selain mungkin pelajaran hidup 20 tahun kemudian)

kalau kamu pilih yang kedua, aku pikir mungkin kamu akan mendapatkan dua-duanya.

..

tapi kesimpulan akhirnya tu memang selalu ternyata aku yang salah, ya. karena kalau dia sudah bilang, "ya begini ini cara aku mencintai", kenapa aku masih selalu berharap dia mencintai dengan cara yang berbeda?




Saturday, April 23, 2022

..

tanah para pemenang pejuang


tapi memang, ya:  aku selalu ingin menang  aku tidak suka kalah. hari ini aku melihat kemenangan seseorang, tangan dan pundakku panas. ulu hatiku sakit. padahal dia tidak menang melawan aku, dan aku tidak kalah melawan dia. lalu aku melihat orang-orang yang berbondong-bondong ikut merasa bangga dan memberikan selamat. tangan dan pundakku semakin terasa panas. ulu hatiku terasa sakit sekali. kami tidak sedang berkompetisi. tapi kenapa aku merasa kalah? udah pun kalah, aku pun menyadari kemungkinan bahwa aku bukan orang yang baik pula. orang yang tidak bisa bahagia dengan keberhasilan orang lain. orang macam apa itu? MASA SIH, AKU BEGINI?!

tanganku mengepal erat. dengan kesakitan, aku duduk dan memejamkan mata. aku tarik napas dalam sekali, dan menghembuskannya panjang sekali. lalu aku membuka mataku. 

di hadapanku aku melihat seorang anak perempuan berkaus merah bercelana biru sedang berdiri di sebuah taman bermain. rambutnya merah panjang, diikat dengan karet warna-warni. tangannya mengepal memegang sebuah krayon berwarna hijau. dia sedang apa? anak-anak di sekelilingnya berlarian sambil berteriak-teriak dan tertawa. tapi dia sendirian sedang berdiri terpaku. sedang melihat apa? 

aku dekati dia. dia sepertinya kaget melihatku. oh, apa dari tadi dia sedang melamun? aku ajak dia bicara, tapi dia diam saja. dia hanya melihatku, tapi matanya berbicara, bercerita - banyak sekali.

aku tanya apa aku boleh peluk dia ? dia seperti berpikir keras sekali sampai akhirnya dia menganggukkan kepalanya. kupeluk dia, lalu aku bilang:

"nggak apa-apa. kamu anak baik. kamu suka menang, ya? kita sama. aku juga suka menang."

dia tampak kaget, tapi dia memutuskan untuk menungguku bicara lagi. "kamu bukan anak yang jahat karena kamu tidak senang ketika melihat orang lain menang. kamu kesakitan, karena ketika orang lain menang, kamu mengira itu berarti kamu kalah. kamu sedih, karena setiap kamu kalah, gagal, salah, kamu selalu ditinggalkan sendirian."

"aku datang ke sini, untuk kasih tau kamu kalau orang lain menang, itu bukan berarti kamu kalah. orang lain berhasil, tidak sama dengan kamu gagal. dan orang lain benar, belum tentu kamu salah."

"kemenangannya itu kemenanganmu juga. dia berhasil, adalah keberhasilanmu juga. kenapa?" matanya yang bulat terlihat membesar. "karena dia bekerja keras untuk mendapatkannya. sama seperti kamu."

"dan kalau kamu kalah, gagal, atau salah sekalipun. itu TIDAK APA-APA. semua orang kalah, gagal, dan salah - setiap waktu. bahkan kita itu harus pernah gagal, harus pernah kalah, harus pernah salah. harus rasakan dan alami semuanya sebanyak-banyaknya semacam-macamnya agar bisa jadi manusia yang kaya."

"aku sedih, selama ini kamu diberi tau hal yang enggak benar, dan ditinggal sendiri ketika gagal, kalah, salah. kamu jadi merasa kalau kamu tidak punya pilihan lain selain menang. kamu merasa kamu harus selalu berhasil, tidak boleh gagal. kamu terus diam di situ, karena kamu takut kamu salah langkah, & ditinggal sendirian lagi."

"tapi nggak apa-apa. sekarang aku ada di sini. aku pintar, besar, dan kuat. jadi aku bisa kasih tau kamu yang lebih benar & aku bisa temani kamu. aku bisa melindungi kamu. & kamu aman di sini. kamu nggak akan pernah sendirian lagi."

aku melihat matanya yang besar menyala-nyala. lalu aku bilang sama dia, "kamu boleh melakukan apa saja yang kamu suka. karena aku percaya kamu akan selalu memilih yang bagus, dan selalu melakukan yang baik. karena aku tau kamu." aku tunjuk dadanya dengan jariku. "kamu anak baik. jadi lakukan apapun yang kamu suka. kamu boleh tidur. kamu boleh belajar apa saja, kamu boleh bermain - yang ini harus. aku percaya kamu. dan aku menyayangimu dan mendukungmu, apapun yang kamu pilih. apapun yang kamu lakukan."

anak ini tetap tidak bersuara. tapi tangannya tidak lagi mengepal kencang. dia balas memelukku dengan lebih erat. erat sekali, sampai kami menjadi satu. aku adalah dia. dia adalah aku. aku memejamkan mataku. aku tarik napas dalam sekali. aku hembuskan panjang sekali. 

ketika aku membuka mataku, kulihat seorang anak kecil lainnya. dia mirip sekali dengan anak perempuan yang tadi, tapi anak ini laki-laki. tangannya mengepal erat sekali, dan pundaknya bergetar kuat. aku dekati dia, tapi dia tidak mengacuhkanku. dia sedang apa?

aku duduk di sampingnya. lama sekali kami saling diam, tapi dia tidak pergi. akhirnya dia melihat ke arahku. dan aku melihat wajahnya. ternyata dia sedang menangis.

aku bilang padanya: "nggak apa-apa. kamu anak baik. aku sedih kamu harus mengalami segala hal yang menyakitkan, dan kamu sendirian. tapi sekarang aku bisa melihat kamu. terima kasih banyak sudah bekerja keras. terima kasih banyak sudah melakukan yang terbaik. terima kasih sudah membangun benteng yang tinggi dan kuat untuk aku. tapi aku tidak memerlukannya lagi sekarang. karena aku sudah besar. dan pintar. dan kuat. jadi kamu tidak perlu takut lagi untuk aku."

aku tanya apa aku boleh memeluknya. dia bilang bajunya kotor. dia nggak mau bajuku ikut kotor. aku bilang nggak apa-apa. baju kotor mudah dicuci. aku peluk dia erat sekali. kupejamkan mataku, dan kutarik napas dalam sekali, lalu kuhembuskan panjang sekali.

ketika kubuka mataku, dadaku sudah tidak sakit lagi.

..

selamat dan terima kasih untuk kemenanganmu, keberhasilanmu, kerja kerasmu. kamu pantas mendapatkannya. terima kasih sudah hidup. aku beruntung selalu dipertemukan dengan para pemenang. para pejuang. semoga kamu selalu sehat & bahagia & dicukupkan, agar kamu bisa terus berkarya dengan gembira.