Sunday, January 8, 2023

teori tentang cinta

sepertinya hari ini aku menemukan tujuan hidupku: mencintai hidup.

selama ini aku kira aku ingin jadi manusia kuat. tapi trus tadi kok ya aku selo-selonya tanya lagi ke diriku sendiri, “memangnya mau jadi manusia kuat itu buat apa?” “ya biar bisa hidup bebas,” jawabku. aku ketawa dengar jawabanku sendiri. aku tanya lagi, “oke.. bebas itu maksudnya apa?” “lo ya bebas melakukan apapun yang aku mau, lah!” “hahahaha..” aku tertawa makin kencang. kubilang, “di dunia ini nggak ada satupun manusia yang bisa bebas melakukan apapun yang dia mau, sekuat apapun dia.” “iya bener juga, ya,” kataku kayak orang nggak pernah mikir. jadilah aku berusaha berpikir lagi, kalau aku sudah tau kalau kebebasan absolut itu tidak ada, sebetulnya aku itu maunya apa? dan lalu nemu mencintai hidup itu tadi.

aku ingin bisa mencintai hidup. saat ini aku tau aku tidak. atau semestinya aku lebih optimis dan bilang: belum. apakah aku bersyukur aku lahir ke dunia? iya. apakah aku senang bisa hidup di bumi? iya. tapi aku merasa aku belum mencintai hidup.

nah jadi pertanyaan penting selanjutnya adalah, cinta itu bisa terjadi karena dibiasakan (seperti kata pepatah jawa), atau hadiah dari tuhan untuk orang-orang yang beruntung saja (jadi meskipun kamu ingin, kalau bukan kamu yang dikasih kamu nggak akan bisa), atau tuhan kasih untuk semua orang, tapi nggak semua orang mampu menerima, atau bagaimana? —- jadi mungkin inti pertanyaanku adalah, menurutmu cinta itu bisa diusahakan atau tidak? gimana dengan tidak cinta lagi. apakah itu hal yang bisa diusahakan, atau kalau sudah cinta ya mau bagaimana lagi? hahahahaha. ngakak banget malam-malam ngetik ini.

teoriku sementara ini adalah, kalau kamu ingin sesuatu (= saat ini kamu tidak punya) itu artinya sebetulnya kamu bisa mendapatkan yang kamu inginkan itu. tinggal kamu cari cara untuk membuat dirimu sendiri percaya kamu bisa mendapatkannya (= sudah mendapatkannya), tapi bukan dengan cara menipu diri sendiri, karena selama kamu masih waras, kamu itu akan cukup pintar sehingga tidak bisa ditipu oleh dirimu sendiri, tapi tidak sepintar itu sampai bisa menipu dirimu sendiri.

entahlah ini aku nulis apa. tapi ya gitu.

ngomong aja gampang, ya.

rip

aku pikir ya, mungkin adalah sebuah pencapaian besar dalam hidup kalau aku bisa rest in peace bahkan sebelum aku dead. ya nggak, sih..

lagipula ada apa sih dengan istilah rest in peace.. seakan-akan orang itu baru boleh rest setelah dia dead. gimana nggak cape, ya kan..

Saturday, January 7, 2023

seberapa berat biji sawi?

orang yang yakin bahwa dirinya kaya, dengan mudahnya menghubung-hubungkan kalau orang lain begini & begitu itutu cuma karena mereka miskin saja.

orang yang sudah yakin bahwa dirinya sukses, dengan mudahnya mengatai orang gagal itu cuma karena malas dan kurang berusaha.

orang yang yakin bahwa dirinya dekat dengan tuhan, dengan mudahnya menilai orang-orang lain hidupnya kok tiap hari cuma bikin dosa aja.

seperti juga orang yang yakin bahwa dirinya woke, bisa dengan mudahnya menemukan orang-orang bodoh di sekitarnya, dan orang yang yakin bahwa dirinya awaken, dengan mudahnya berpikir bahwa orang-orang lain sedang hidup dalam kesia-siaan.

padahal kan udah dibilangin ya, sama pak harto sunan kalijogo: jadi orang itu ojo gumunan, ojo kagetan, ojo kuminter, ojo adigang adigung adiguno.

tau nggak, kalau gitutu namanya sombong!


8+3

kemarin malam tiba-tiba aku terpikir untuk membeli bunga untuk diriku sendiri meskipun nggak ada alasannya. tengah malam aku memilih-milih bunga di hape sambil mengikik-ngikik seperti anak sd yang dijanjikan bapaknya besok minggu kita mau piknik ke pantai. (meski sekarang -sudah tidak sd- pun aku masih akan kegirangan kalau diajak piknik ke pantai)

siangnya habis solat aku duduk lama sekali berpikir mau bilang apa ya, sama tuhan. lalu akhirnya aku bilang: "terima kasih allah, sudah kasih aku uang buat beli bunga hari ini. aku senang sekali!" (padahal juga bunganya belum datang)

lalu sorenya sambil mengeruk-ngeruk tanah untuk menanam portulaca, aku menonton mendengar salah satu video di youtube dan orang di video itu bilang kurang lebih begini: "maybe today you will receive flowers from someone, just because they know how much you love flowers."

loh kaget sendiri. aku langsung terdiam. huhuhu menangiiis. entah siapa itu yang dimaksud, diriku sendiri atau allah, yang manapun aku senang sekali.

terima kasih.


..

beberapa jam kemudian, langit sudah mulai gelap. muncul di depan pintu, pak gosend membawa buket bunga di lengannya. tersenyum lebar sekali, dia bertanya: “mbak fenty, ya?”


Saturday, December 31, 2022

choose to be kind. ewh.

orang-orang tu suka pada bilang "choose to be kind." "choose to be kind." "the world is full of mean people, but you can always choose to be kind," wuih hebat bener, kataku. jadi kind itu kan capek. apalagi kalo orangnya nggak ikhlas kayak aku. baik cuma karena ada maunya. capek bangeeet & nggak akan pernah ada cukupnya. kayak kuraaaang aja terus. udah usaha jadi baik, tapi kok rasanya masih kurang baik lagi dan lagi dan lagi. 

padahal kalo aku liat-liat, orang-orang lain pada suka-suka aja pilih nggak jadi baik, tapi tetep tuh hidupnya baik-baik aja. meskipun pilihan orang lain bukan urusanku juga sih, sebenernya. & aku tau apa sih, tentang kehidupan orang lain? jangan sok tau.

makanya aku nggak mau lagi kepingin jadi orang baik. yaudah seadanya aja. meskipun orang-orang akan: "loh kok gitu sih, kepinginan tu ya yang baik-baik aja, lah.." ya gimana lagi.. akutu capek tau, berusaha jadi orang baik. kupikir-pikir apa mungkin karena aku aselinya enggak baik, makanya pingin jadi baik tu udah usahanya setengah mati, masih aja gagal melulu.

memang kurasarasa, paling selamat tu jadi orang ikhlas. kayak nabi yang tetep choose to be kind meskipun dia di mean-in melulu sama orang-orang. tapi orang kayak nabi sih nggak bakal bisa pilih sebaliknya nggak, sih?

udahlah..

self sabotage

kamu pernah nggak sih, melihat dirimu sendiri berjalan menuju tepian jurang, meskipun sesungguhnya kamu tidak ingin melakukannya? meskipun kamu tau kalau sebetulnya bukan itu yang semestinya kamu lakukan? bukan itu tempat yang kamu tuju? 

kamu tau segala yang semestinya, segala pilihan yang lebih baik, tujuan yang lebih benar, tapi kamu jalan aja terus - nggak berhenti. dalam hati kamu cuma berharap, "semoga kali ini aku tidak apa-apa," meskipun kamu tau itu tidak mungkin. 

dulu kamu pernah berjalan ke arah jurang dan terjun dari tepiannya, dan kamu pernah melihat dirimu sendiri hancur lebur dibuatnya - butuh lama sekali untuk bisa menyusunnya kembali. tapi itu tidak menghalangi kamu untuk melakukan hal yang sama, sambil berharap kali ini hasilnya bisa berbeda.

"ndableg," kalau kata mamaku. orang-orang pintar bilang, itu namanya bodoh. ahli kejiwaan menyebut itu trauma. aku bilangnya, "aku capek."

aku merasa hidup itu sulit. benar-benar sulit. aku sering heran melihat bagaimana manusia-manusia lain sepertinya dengan sangat mudah melakukannya. tidak hanya mampu bertahan hidup, tapi bersinar terang di dalam kehidupannya. sangat terang hingga menerangi sekelilingnya. kayak matahari.

sementara aku lebih sering mempertanyakan tuhan, apa benar aku diciptakan untuk hidup di bumi pada masa ini? jangan-jangan ada kesalahan administrasi. wkwkwk. tapi tuhan bukan kantor pemerintahan. selain itu kita juga sudah memutuskan kalau tuhan itu maha sempurna. jadi nggak mungkin kan, dia salah. tapi kok begini? kadang aku merasa di jidatku ini ada stempel yang menyala di dalam gelap: kurang spec.


9. the hermit

tahun 2023 misiku cuma satu. aku mau menjadi manusia yang tidak perlu menjelaskan diriku sendiri ke siapapun, apapun godaannya (ingin punya teman), apapun resikonya (tidak punya teman).

kamu biasanya menyebut manusia model begini dengan sebutan: manusia egois. dan siapa sih yang mau berteman dengan manusia egois? nggak ada. tapi ya nggak apa-apa. atau setidaknya aku akan terus bilang sama diri sendiri: "gpp, fen. gpp."

aku lihat orang-orang lain selalu selamat melakukan ini. tapi mungkin seperti biasanya, aku tidak. tapi gpp. aku akan baik-baik saja, seperti biasanya.