Sunday, March 4, 2012

terimakasih


setelah menikah, saya tinggal di sebuah kompleks rumah minimini gitu. disebutnya rumah 4L (Lo Lagi Lo Lagi) karena masingmasing ruang hanya ada satu. satu ruang tidur, satu ruang tamu, satu kamarmandi, satu dapur. :))

ada 22 rumah & lingkungannya menyenangkan (ada juga taman rerumputan untuk kelinci bermain). saya senang & bersyukur sekali tinggal disitu, walaupun suami sering menyebutnya sebagai 'hopeless place' sambil nyanyinyanyi: "we found love in a hopeless place.. we found love in a hopeless place"

dulu sebelum menikah, saya bilang sama tuhan, kalau suatu saat tinggal sendiri, saya kepingin pelihara kelinci, & kepingin punya tanaman pandan, trus tinggal di rumah yang dihalamannya ada pohon salam.

saya bilang, nggak apaapa nggak cepetcepet diberinya. saya mau menunggu.

lalu saya menikah.

ketika awal tinggal disitu, saya bahkan tidak menyadari kalau sepanjang jalan masuk menuju rumah berderet tanaman pandan. jalanjalan ke barito sama suami tanpa niat mau memelihara kelinci tapi berakhir sebaliknya, & suatu pagi saya lihat eyang tetangga sedang lompatlompatan didepan rumah berusaha meraih sesuatu.

saya tanya:
"lagi metik apa to, bu? kok sampai lompatlompatan begitu?"

dijawap:
"ini lo, aku kepingin masak jadi metikin daun salam ini didepan rumahmu. janganjangan selama ini kamu nggak sadar ya kalau ini pohon salam?"

hahaha. saya baru sadar. pohon yang tumbuh persis tegak lurus didepan pintu rumah itu adalah pohon salam.

ah, tuhan itu begitu ya,, selalu bikin saya malumalu sendiri berbuncahbuncah.

terimakasih :)

No comments:

Post a Comment