Monday, March 12, 2012

skaaak

maaf sebelumnya ya, entrynya yang kali ini roaming


smsan sama adek yang besar:

mas, artanipun sampun kulo kirim nggih


nggih, matur sembah nuwun


mboten sisah nyembah kulo. nyembah gusti alloh kemawon nggih


njih, nyuwun pangapunten klentu ingkang nyerat. ingkang leres simbah, sanes sembah

sampai jumpa

sore ini 2 tahun lalu
saya sedang berada di dalam pesawat yang berputarputar di langit jogja
langit berwarna abuabu tua
keluarga cumulonimbus berarakan dengan wajah kuyu
dan lalu memalingkan wajahnya setiap bertemu mata dengan saya

hujan rintikrintik
tanah jogja basah oleh hujan seharian

saya memandangi langit
menengok di balikbalik awan
mencari sosoknya
berharap dia muncul disana
hendak mengucapkan kalimat perpisahan untuk saya
tapi dia tidak ada

atau mungkin ada
tapi malu terlihat
seperti biasanya

hari itu pipi saya kering
tidak ada airmata
langit melakukannya untuk saya
karena saya tidak bisa
tidak boleh

...

sudah 2 tahun
setiap saat teringat, lalu berharap dalam hati
untuk bisa bertemu walaupun dalam mimpi

kami berpisah raga tapi dia selalu hidup di hati saya

semoga sekarang sedang berbahagia
& dapat bertemu lagi di masa yang akan datang 

:D :D :D

Saturday, March 10, 2012

mimpi

suami saya melihat saya pada saat seperti ini sebagai:
'sedang senang sambil berpikir'

kalau yang sebenarnya saya rasakan,
seperti ada kembang api menyalanyala di dalam dada
apinya memercikmercik
menyambar sarafsaraf otak
melalap aroma selimut
melelehkan wangi bantal

membuat saya tidak bisa tidur

mata nyalang
tangan menggenggam
kaki mencengkeram

oh
saya ingin ini itu

Friday, March 9, 2012

silahkan tinggalkan pesan lagi dooong..

saya barusan baca shoutbox disamping ini >>>. yang box ada tulisan silakan tinggalkan pesan. bacabaca lagi sampai pesan paling pertama. senang senang senang sekali rasanya :) :)

*peluk erattt semuanya sampai sesak napas*

baru sadar juga dulu ternyata saya pernah dipanggil miko. hahaha

terimakasih temanteman,,
baik sekali mau sayang sama saya
terimakasih lebihlebih mau baca tulisantulisan tidak bermutu
semoga semuanya senang :)

Monday, March 5, 2012

#1


kalau punya pegawai yang selalu ingin jadi nomer satu,
bos hanya punya 1 pilihan:

jadikan dia nomer satu

apalagi kalau anda bos yang pintar & jeli. sampai punya kantor bermutu, yang hanya berpegawai orangorang yang selalu ingin jadi nomer satu.
jadikan masingmasing mereka: nomer satu #1

senyum dooong..

saya suka senyum.
baik senyum sama orang lain, ataupun senyumsenyum sendiri. 
dogi di kantornya suami saja suka saya senyumin. kayaknya dia ngerti kok soalnya ekornya goyanggoyang tiap kali saya datang. trus dia juga suka pose salute kalau sedang duduk didepan saya yang sedang duduk baca komik di kursi malas. (posenya -si dog- seperti kalau manusia jongkok trus tangannya dinaikin gitu sejajar dada) hebat kan kayak mandor banget. suaminya lembur, sementara istrinya duduk santai di kursi malas sambil baca komik sama dogi di pinggir kolam sampai tertawatawa.

mau ngomong apa ya, saya tadi. kok malah cerita nggak tentu arah.

oiya. senyum.

kebiasaan saya senyumsenyum ini agaknya aneh bagi banyak orang. mungkin kalau orang suka senyum itu diidentikkannya dengan orang gila? atau orang yang nggak serius, jadi nggak keren? atau gimana

kalau bagi saya, senyum itu,,
ya senyum saja, gitu.
nggak harus ada alasannya.
nggak akan menurunkan wibawa seseorang, apalagi mendatangkan kerugian.

mungkin untuk saya, senyum itu lebih seperti gerakan refleks. 
ketemu mata sama orang, senyum.
ditanya, "masak apa hari ini?", senyum. (karena nggak masak, tapi gengsi kalo jawap nggak masak) 
dijahatin, senyum. (syarat dan ketentuan berlaku/ nggak sedang pms)
dibilang cantik, senyum.
dibilang baik, senyum.
dibilang lucu, senyum.
dituduh bohong, senyum.

saya sering dengar pertanyaan ini:
"lo ngapain sih pen, senyumsenyum?"
lah. saya ketemu mata sama dia. ya saya senyum.

saya kepingin tau deh. apa yang dilakukan orang normal kalau ketemu mata gitu. melotot? kedipkedipin? meletmelet? kembangkempis hidung? atau nggak ngapangapain trus buang muka aja? bagi saya, -dalam keadaan sadar-, yang terakhir itu justru yg paling sulit & saya nggak bisa, walaupun sudah berusaha.

iya saya berusaha.
saya punya tetangga yang saya selalu lewat depan rumahnya setiap hari karena posisi rumahnya menghadap jalan keluar masuk kompleks. ada bapakbapak yang setiap saya lewat pagi siang sore malam, selalu sedang duduk diteras. dulu selalu saya sapa: "permisi pak.." tidak ada anggukan kepala atau senyuman apalagi sapaan balasan. terulangulang beberapa kali bahkan suami juga mengadu hal yang sama, sedangkan kami cukup yakin bapak itu bisa mendengar & melihat kami. 

sejak itu saya berusaha tidak menyapa. tapi entah kenapa tetap tidak bisa kalau secara tidak sengaja bertemu mata. mungkin karena faktor gerak refleks itu tadi. jadi kalau lewat sana sekarang saya menunduk. sambil nyabutin rumput. (eh ini serius, lo. kan demi mencari makanan untuk kelinci)

ada juga tetangga sebelah rumah, lewat di depan rumah mini kami. (rumah mini nggak ada pagar, jadi depan teras langsung jalan paving). kami bertemu mata. lalu saya senyum. "baru pulang, bu?" mukanya datar, tapi tetap melihat ke arah saya. saya merasa aneh. tapi malah saya tambahi perasaan heran saya sendiri dengan pernyataan susulan: "saya lagi beresberes kandang kelinci nih, bu"
dan tetap tidak ada tanggapan. 
ah..

krik krik krik.
krook.
krik krik krik.
krook.
(jangkerik & kodok paduan suara)

kenapa ya? kenapa ya? saya saja kalau senyumnya nggak dibalas sama bos suka patah hati. padahal harusnya saya ngerti si bapak sedang sibuk & pasti lebih sibuk daripada saya, sampai nggak sempat balas senyum anak buahnya.

dan memang sih ada saatsaat tertentu dalam hidup saat kita nggak kepingin senyum aja, gitu.

saya jadi ingat saya pernah cerita tentang bapakbapak yang tinggal di gang sempit di bandung dulu yang saya senyumi setiap saya lewat, suatu hari berkomentar: "neng, kok kalau lewat sini suka ketawaketawa sendiri sih?"

senior di kantor lama juga bilang ikon ym yang :D mirip sekali sama saya. 

kalau dipikir lagi, iya sih ya, itu ikon nyengir. bukan senyum.

ah.
jadi,
selama ini bukan saya yang salah ekspresi kan ini???

Sunday, March 4, 2012

terimakasih


setelah menikah, saya tinggal di sebuah kompleks rumah minimini gitu. disebutnya rumah 4L (Lo Lagi Lo Lagi) karena masingmasing ruang hanya ada satu. satu ruang tidur, satu ruang tamu, satu kamarmandi, satu dapur. :))

ada 22 rumah & lingkungannya menyenangkan (ada juga taman rerumputan untuk kelinci bermain). saya senang & bersyukur sekali tinggal disitu, walaupun suami sering menyebutnya sebagai 'hopeless place' sambil nyanyinyanyi: "we found love in a hopeless place.. we found love in a hopeless place"

dulu sebelum menikah, saya bilang sama tuhan, kalau suatu saat tinggal sendiri, saya kepingin pelihara kelinci, & kepingin punya tanaman pandan, trus tinggal di rumah yang dihalamannya ada pohon salam.

saya bilang, nggak apaapa nggak cepetcepet diberinya. saya mau menunggu.

lalu saya menikah.

ketika awal tinggal disitu, saya bahkan tidak menyadari kalau sepanjang jalan masuk menuju rumah berderet tanaman pandan. jalanjalan ke barito sama suami tanpa niat mau memelihara kelinci tapi berakhir sebaliknya, & suatu pagi saya lihat eyang tetangga sedang lompatlompatan didepan rumah berusaha meraih sesuatu.

saya tanya:
"lagi metik apa to, bu? kok sampai lompatlompatan begitu?"

dijawap:
"ini lo, aku kepingin masak jadi metikin daun salam ini didepan rumahmu. janganjangan selama ini kamu nggak sadar ya kalau ini pohon salam?"

hahaha. saya baru sadar. pohon yang tumbuh persis tegak lurus didepan pintu rumah itu adalah pohon salam.

ah, tuhan itu begitu ya,, selalu bikin saya malumalu sendiri berbuncahbuncah.

terimakasih :)